Tribun Kaltim Official

Tribun Kaltim Official

ID
@tribunkaltimofficial
People & Blogs
69.0K
Video Count
309.7M
Video View
907.0K
Subscriber
#2,744
Indonesia Rank
#56,935
Global Rank
Tribun Kaltim Official YouTube channel subscribers:907,000- Seelive statisticsand growth insights below.

Tribun Kaltim Official YouTube Statistics & Analytics

Subscribers
907.0K
Total Views
309.7M
Videos
69.0K
Activity
Unknown

Tribun Kaltim Official Content Analysis

Content Type Distribution

Long videosLong
84%
1332 videos
ShortsShorts
16%
252 videos

📽️ This channel specializes in long-form videos. Deep dives and comprehensive content perform well here.

Content Categories

Primary CategoryNews & Politics
100%
News & Politics
1583(100%)
Education
1(0%)

🎯 Primary focus: News & Politics with 1583 videos (100% of categorized content).

Latest Video

Long video
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka lalu Ditahan, Sekda Keluar dari Gedung KPK dan Pulang
8:09
New

Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka lalu Ditahan, Sekda Keluar dari Gedung KPK dan Pulang

697
Views
6
Likes
1 day ago
Published

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Baca berita selanjutnya: https://kaltim.tribunnews.com/news/1156340/bupati-sukoharjo-etik-suryani-jadi-tersangka-lalu-ditahan-sekda-keluar-dari-gedung-kpk-dan-pulang TRIBUNKALTIM.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan tersangka dan menahan Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Berbeda nasib dengan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani yang mengenakan rompi oranye dan ditahan, Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Abdul Haris Widodo tidak ditahan KPK. Sosok Sekda Sukoharjo, Abdul Haris Widodo terlihat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan Sabtu (11/7/2026) dini hari. Sebelum Sekda Sukoharjo, Abdul Haris Widodo terlihat Bupati Sukoharjo Etik Suryani keluar dari gedung KPK pada pukul 02.41 WIB. Sekda Sukoharjo Abdul Haris Widodo dipulangkan dan berstatus sebagai saksi usai ikut terjaring OTT Bupati Sukoharjo bersama Bupati. Pantauan Ilham Rian, wartawan Tribunnews.com, saat keluar dari gedung KPK, Abdul Haris Widodo terlihat mengenakan kemeja biru dan topi hitam. Ia menutup wajahnya memakai masker dan tampak Sekda saat keluar membawa ransel di pundak kirinya. Tak lama usai keluar, ada pria yang menghampirinya, usai bersalaman keduanya berbicara lirih. Sekda Sukoharjo, Abdul Haris Widodo sempat melayani pertanyaan wartawan di gedung KPK. Ia mengatakan harapannya OTT KPK di lingkup Sukoharjo ini tak mengganggu jalannya proses pelayanan pemerintahan. "Yang penting dalam situasi ini, saya harap masyarakat tenang, hormati proses hukum pemerintahan tetap berjalan," ucapnya di awal menjawab pertanyaan media. Saat ditanya soal dugaan pemerasan yang disangkakan pada Bupati, Haris tak menjawab langsung. Ia berdalih tak menjawab pertanyaan seputar pemerasan. Ia membenarkan hanya menjawab terkait mekanisme pengangkatan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo. "Kalau itu di luar pertanyaan saya, saya hanya terkait pengangkatan pejabat saja," ucapnya lagi. Saat ditanya lagi apakah dirinya bertemu Bupati Etik? "Kita kan langsung di ruangan," ucapnya singkat dan membenarkan jika pemeriksaannya di ruangan berbeda dengan Etik. Sebelumnya KPK resmi menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan sang ibu Bupati memakai rompi oranye khas tahanan KPK dan borgol pada kedua tangannya. Pengawal tahanan beserta polisi menggiring Etik bersama dua tersangka lainnya, yakni Richard Tri Handoko dan Tri Mulyo, menuju mobil tahanan. Sepanjang perjalanan menuju kendaraan, Etik memilih bungkam seribu bahasa dan mengabaikan rentetan pertanyaan dari awak media. Mobil tahanan kemudian mengantarkan ketiga tersangka menuju Rumah Tahanan (Rutan) KPK. Penetapan tersangka ini bermula dari operasi senyap penyidik di wilayah Solo Raya pada Kamis (9/7/2026). Pimpinan lembaga antirasuah mengambil keputusan status tersangka tersebut setelah mereka menggelar ekspose perkara. KPK menduga Etik Suryani memeras sejumlah pegawai Pemerintah Kabupaten Sukoharjo yang menerima insentif pemungutan pajak dan retribusi daerah. Keberadaan pihak swasta dalam penangkapan tersebut juga memicu dugaan bahwa praktik pemerasan ini memiliki kaitan erat dengan upaya memonopoli proyek pemerintah daerah. Selain menangkap sang kepala daerah, tim satuan tugas KPK turut menyita berbagai barang bukti bernilai fantastis dari beberapa lokasi, seperti Wonogiri, Solo, dan Sukoharjo. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan temuan penyidik yang menguatkan dugaan tindak pidana korupsi tersebut. "Selain mengamankan sejumlah orang tersebut, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai, baik rupiah maupun valas, ada dolar Australia, kemudian juga ada dolar Singapura. Totalnya mencapai miliaran rupiah," ungkap Budi. Budi juga menegaskan bahwa penyidik membongkar kasus ini murni berdasarkan laporan masyarakat setempat yang resah. "Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," kata Budi. Editor: Jofan Giantirta Uploader: Jofan Giantirta #bupatisukoharjo #ottkpk #tersangkakorupsi #pemerasan #etiksuryani #sekdasukoharjo 0:00 Beda Nasib Bupati Etik Suryani dengan Sekda Sukoharjo 1:14 Tak Bertemu Bupati Etik saat Diperiksa 1:54 Pakai Rompi Tahanan KPK, Bupati Sukoharjo Etik Suryani Diam 2:31 Berawal dari Dugaan Pemerasan Pegawai hingga Bukti Miliaran Rupiah 4:02 Bupati Sukoharjo Etik Suryani Digiring KPK 5:11 Keterangan Sekda Sukoharjo 7:17 Detik-detik Bupati Sukoharjo keluar Gedung KPK

Ikn nusantara ibu kota nusantara ikn

Top Nachrichten & Politik YouTube Kanäle in Indonesia ansehen

Vergleiche diesen Kanal mit den führenden Nachrichten & Politik-Kanälen in Indonesia.

Ranking: IndonesiaKategorie: Nachrichten & PolitikKategorie-Schwerpunkt: 100%
Ranking öffnen

Tribun Kaltim Official Channel Snapshot

Score: 5.1/10

A high-level snapshot of content cadence, library size, and consistency derived from this channel's recent uploads.

Overall Score
5.1
Consistency
95%
Cadence
2-3/wk
Library
50

Growth Potential

4.7/10

Library of 50 videos with ~1.2K avg views per upload. Combined size + reach signal suggests steady building.

Audience Engagement

2.2/10

Avg engagement rate of 1.33% (likes + comments / views) across 50 videos. Below the ~3% industry baseline; community-building plays could lift this.

Niche Specialization

8.3/10

63% of recent videos cluster in Society. Moderate focus — could tighten the niche for more compounding.

Suggested Actions

Recommendations grouped by typical impact for channels at this stage

  1. 1
    Increase upload frequency to 2-3 videos per week
    High ImpactCadence
  2. 2
    Focus on SEO optimization for better discoverability
    High ImpactSEO
  3. 3
    Analyze top-performing content for pattern replication
    MediumStrategy
  4. 4
    Increase community engagement through comments and polls
    MediumEngagement

Frequently Asked Questions About Tribun Kaltim Official

Data Source & Accuracy

Source: YouTube Data API v3
Accuracy: Real-time statistics from official YouTube API
Data is updated hourly and sourced directly from official APIs to ensure accuracy and reliability.

Data from YouTube Data API v3 • Updated hourly • Last updated: 01:57 AM