Gaet Investor Asing & Majukan Industri Alkes Lokal, RI Harus Punya Kepastian Regulasi
Jun 14, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published1 month ago
Duration8:50
Video ID-kG6hzrOYdQ
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views561
Likes14
Comments1
Engagement Rate2.67%
Likes per 100 views2.50
Comments per 1K views1.78
Description
Jakarta, CNBC Indonesia- Gangguan rantai pasok global imbas ketegangan geopolitik global yang turut mendorong pelemahan nilai tukar Rupiah menjadi tantangan bagi bisnis alat Kesehatan dan laboratorium.
Wakil Ketua Umum I Gakeslab Indonesia, Ary Gunawan menyebutkan 60-80% bahan baku industri Kesehatan RI berasal dari impor sehingga saat Rupiah melemah maka dampaknya akan sangat besar ke kinerja dan keberlangsungan bisnis.
Saat ini industry alkes masih mengandalkan stok lama namun jika kondisi ini berlanjut maka biaya produksi dan beban operasional akan meningkat. Akibatnya kenaikan Harga alkes hingga obat dan layanan laboratorium tidak dapat terhindarkan dan biara berobat akan ikut naik.
Pelaku usaha berharap dukungan pemerintah dalam pengembangan industri alkes dan diagnostik di dalam negeri yang mendorong Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sehingga dapat memacu kemajuan produk lokal. Salah satu faktor yang dibutuhkan untuk menggaet investasi dan teknologi dari luar negeri adalah kepastian regulasi dan iklim investasi yang stabil.
Seperti apa dampak pelemahan Rupiah ke industry alkes dan laboratorium? Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Wakil Ketua Umum I Gakeslab Indonesia, Ary Gunawan dalam Profit, CNBC Indonesia (Selasa, 11/06/2026)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT