52 Warga Putus Sekolah Ikut Ujian Paket C Gratis di PKBM Erlangga Tana Toraja

Mar 31, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now
Tribun Timur
Tribun Timur

9.3M subscribers

View Channel

Video Overview

Video Details

Published2 months ago
Duration10:04
Video ID-rxuY1Pg8JM
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views534
Likes1
Comments0
Engagement Rate0.19%
Likes per 100 views0.19
Comments per 1K views0.00

Description

#tribuntimur #tribunviral #wargaputussekolah #ujianpaketc #gratis #erlangga #tanatoraja Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Sebanyak 52 warga putus sekolah mengikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket C tahun ajaran 2025/2026 yang digelar Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Erlangga secara gratis. Ujian berlangsung di PKBM Erlangga, Kampung Baru, Kelurahan Bombongan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel, Senin (30/3/2026). Ketua PKBM Erlangga, Siska Andilolo, menjelaskan program ini ditujukan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang tidak sempat mengenyam pendidikan formal agar tetap bisa melanjutkan pendidikan. “Sekitar 52 peserta mengikuti ujian Paket C secara gratis,” ujarnya saat ditanya jumlah peserta ujian. Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan ujian tersebut peserta terbagi dalam dua jurusan, yakni IPA dan IPS. Total terdapat 13 mata pelajaran yang diujikan dan dilaksanakan selama beberapa hari sesuai jadwal dari pusat, yakni mulai 30 Maret hingga 4 April 2026. Pada hari pertama, peserta mengikuti ujian mata pelajaran Sosiologi, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Matematika. Hari kedua meliputi Bahasa Inggris, Ekonomi, Komputer, dan Geografi. Sementara pada hari ketiga, peserta mengikuti ujian PJOK, Fisika, Pendidikan Pancasila, Muatan Lokal, dan Kimia. Selain pembelajaran akademik, PKBM Erlangga juga memberikan pelatihan keterampilan seperti menjahit, sablon kain, hingga kerajinan tangan seperti anyaman. Siska menambahkan, proses belajar di PKBM dilakukan secara fleksibel, yakni dua kali dalam seminggu pada hari Sabtu dan Minggu, sehingga tidak mengganggu aktivitas peserta. Menurutnya, PKBM Erlangga telah terakreditasi sehingga sudah dapat menyelenggarakan pendidikan hingga tingkat kelas 12. Untuk program gratis, diperuntukkan bagi peserta dengan usia maksimal 25 tahun dan dibiayai oleh pemerintah pusat melalui APBN. Sementara peserta di atas usia 25 tahun dapat mengikuti program mandiri dengan biaya sesuai ketentuan, yakni Paket A sebesar Rp1,5 juta, Paket B Rp1,8 juta, dan Paket C Rp2 juta. Untuk Paket A (setara SD), usia minimal peserta adalah 10 tahun. Ia juga menyebutkan, syarat administrasi untuk mengikuti program ini cukup sederhana, yakni melampirkan KTP, Kartu Keluarga, serta fotokopi ijazah terakhir. Setelah itu, data peserta akan diinput ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk mendapatkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sebagai syarat mengikuti ujian. Peserta tidak melalui tahap seleksi, selama dokumen lengkap dan tidak terdaftar di PKBM lain, maka dapat mengikuti program tersebut. Saat ini, di Kabupaten Tana Toraja terdapat 10 PKBM swasta dan 1 SKBM negeri yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan. Dari pantauan Tribun Toraja, puluhan peserta terlihat serius mengerjakan soal ujian di dalam ruangan. Sebagian peserta tampak berusia dewasa, meski mayoritas didominasi oleh anak muda. Setiap mata pelajaran dikerjakan dalam waktu 90 menit. Lembaga ini menjadi tempat pulang bagi anak-anak yang sempat kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan. Ketua PKBM Erlangga, Siska Andilolo, mengatakan banyak anak terpaksa berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi atau kehilangan motivasi. Di tempat ini, mereka diajak untuk bangkit kembali. PKBM Erlangga membuka program Paket A, B, hingga C yang setara dengan jenjang SD, SMP, dan SMA. Saat ini, sebanyak 365 peserta dari berbagai wilayah menimba ilmu, dengan puluhan di antaranya telah berhasil lulus sejak ujian pertama digelar pada 2024. kegiatan belajar masih berlangsung di bangunan sementara berupa rumah dua lantai. Meski jauh dari kata mewah, tempat itu justru menjadi saksi perjuangan banyak anak untuk kembali mengejar cita-cita. Keterbatasan fasilitas tak menyurutkan semangat. Bahkan, PKBM Erlangga terus memperluas jangkauan dengan membuka kelas jauh di wilayah Masanda, demi menjangkau anak-anak yang sulit mengakses pendidikan. Sebagian besar peserta dapat belajar secara gratis berkat dukungan pemerintah. Sementara mereka yang berusia di atas 25 tahun tetap diberi kesempatan melalui skema mandiri, membuktikan bahwa belajar tidak mengenal batas usia. Lebih dari sekadar mengejar ijazah, PKBM Erlangga juga membekali peserta dengan keterampilan hidup. Dari sana, sejumlah lulusan mulai menata masa depan. Ada yang membuka usaha kecil, ada pula yang berhasil bekerja di perusahaan. Reporter: Anastasya Saidong Ridwan Narator:Rasni Gani Supporting: A. Ariesta Widya Sari Arsyad (Mhs Magang UNM) Editor Vidio: Rasmi Padanun(Mhs Magnag UNM)/Sanovra J.R (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur

Related Videos

More videos from Tribun Timur