🔴Arab & UEA Diduga Bantu AS untuk Serang Iran, Balas Dendam karena Wilayahnya Diserang?

Apr 4, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now
Tribun Video
Tribun Video

690K subscribers

View Channel

Video Overview

Video Details

Published1 month ago
Duration26:06
Video ID0ETLFuAk1So
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views5.5K
Likes61
Comments14
Engagement Rate1.35%
Likes per 100 views1.10
Comments per 1K views2.53

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Iran dilaporkan menembak jatuh drone canggih Wing Loong II Buatan China di wilayah selatan Shiraz. Drone canggih ini diduga berasal dari negara Teluk seperti Arab Saudi atau Uni Emirat Arab. Dari laporan Tasnim News, Jumat (3/4/2026), militer Iran awalnya mengklaim telah menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat. Namun sejumlah analis pertahanan kemudian menilai bentuk badan pesawat, konfigurasi sayap, serta serpihan yang beredar di media sosial lebih menyerupai drone tempur Wing Loong II produksi China. Drone jenis ini dikenal sebagai pesawat tanpa awak bersenjata yang mampu melakukan pengintaian jarak jauh sekaligus serangan presisi menggunakan rudal berpemandu. Wing Loong II sendiri banyak digunakan oleh sejumlah negara Timur Tengah karena memiliki kemampuan tempur tinggi dengan biaya operasional lebih rendah dibanding drone milik Amerika Serikat. Hingga kini, identitas pasti drone yang ditembak jatuh tersebut masih belum dapat diverifikasi. Insiden ini memunculkan spekulasi baru mengenai kemungkinan keterlibatan negara-negara Teluk dalam eskalasi konflik yang tengah berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Jika benar drone tersebut dioperasikan Arab Saudi atau Uni Emirat Arab, maka hal ini dapat menandai meningkatnya dukungan regional terhadap operasi ofensif yang menargetkan Iran. Keterlibatan langsung negara Teluk juga berpotensi memperluas area konflik, dari yang sebelumnya bersifat terbatas menjadi konfrontasi kawasan yang lebih luas. Sementara itu, laporan Middle East Eye menyebut sejumlah negara Arab telah memberikan akses lebih luas kepada Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udara serta pangkalan militer mereka di kawasan Timur Tengah. Langkah tersebut dinilai mempercepat mobilisasi militer Washington sekaligus meningkatkan tekanan strategis terhadap Teheran. (Tribun-Video.com) Program: Hot Topic Editor Video: Raka Aditya Putra Tama

Related Videos

More videos from Tribun Video