🔴LIVE: DPR Desak Pemerintah Tarik Pasukan dari Lebanon Usai Gugurnya 3 Prajurit TNI

Mar 31, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published2 months ago
Duration1:40:49
Video ID1GD4-4Kg7BU
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views590
Likes1
Comments2
Engagement Rate0.51%
Likes per 100 views0.17
Comments per 1K views3.39

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Gugurnya para prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon mendapat perhatian dari Komisi I DPR RI. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mengusulkan agar Pemerintah Indonesia mengevaluasi keberadaan prajurit TNI di wilayah tersebut. Dalam keterangan pada Senin (30/3/2026) di Senayan, Jakarta, Dave mengatakan, insiden ini harus jadi momentum untuk melakukan koreksi dan penilaian ulang. Terlebih saat ini situasi keamanan di Lebanon yang terus memburuk akibat serangan Israel. Dave juga mempertanyakan relevansi kehadiran pasukan Indonesia dalam menjaga perdamaian atau justru berpotensi jadi target serangan. Terkait dengan serangan yang menewaskan dan melukai prajurit TNI, Dave pun menyampaikan bela sungkawa terhadap keluarga korban. Menurutnya, serangan misil ini ditujukan untuk Hizbullah namun justru berdampak pada pasukan penjaga perdamaian. Dave pun meminta pemerintah agar tak memaksakan keberadaan personel TNI di Lebanon mengingat konflik yang terus meningkat dan sulit diprediksi. (TribunVideo.com) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prajurit TNI Tewas di Lebanon, Komisi I DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Penarikan Pasukan, https://www.tribunnews.com/internasio.... Program: Live Tribunnews Update Host: Fransisca Krisdianutami Mawaski Editor Video: Muna Salsabila Uploader: Fachmi Rachman #dprri #pemerintah #tni #unifil #unitednations #lebanon

Related Videos

More videos from Tribun Kaltim Official