NasDem Beber Alasan Tunjuk Sahroni Jadi Pimpinan Komisi III DPR, Usai Lewati Kontroversi
Feb 20, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published3 months ago
Duration0:08
Video ID2H0pOy2TL2Q
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short
Performance Metrics
Views1K
Likes3
Comments1
Engagement Rate0.40%
Likes per 100 views0.30
Comments per 1K views0.99
Video Tags
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, mengungkap alasan partainya kembali menunjuk Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Rusdi Masse Mappasessu.
Saan mengatakan, hingga saat ini Sahroni dinilai sebagai kader yang memiliki pengalaman panjang di Komisi III DPR RI.
Selain itu, ia menilai Sahroni juga memiliki kemampuan yang memadai untuk kembali menduduki kursi pimpinan.
Menurut Saan, Sahroni telah dua periode menjabat sebagai pimpinan Komisi III dan pengalaman tersebut menjadi pertimbangan utama NasDem untuk menempatkannya kembali dalam posisi strategis.
Penetapan Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Rapat pengesahan dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Sahroni ditetapkan setelah DPR menerima surat resmi dari Fraksi Partai NasDem bernomor F-NasDem/107/DPR RI/II/2026.
Kembalinya Sahroni menjadi sorotan karena pada Agustus 2025 ia sempat ditarik dari Komisi III dan dimutasi menjadi anggota Komisi I DPR.
Saat itu, keputusan tersebut muncul setelah Sahroni memicu kontroversi akibat pernyataannya yang menyebut gagasan pembubaran DPR sebagai bentuk “mental orang tolol”.
Pernyataan tersebut sempat memicu gelombang kemarahan publik dan disebut-sebut menjadi salah satu pemantik aksi unjuk rasa besar pada Agustus 2025 yang berujung ricuh.
Posisi Sahroni sebagai pimpinan Komisi III kemudian digantikan oleh Rusdi Masse Mappasessu pada September 2025.
Namun belakangan, Rusdi Masse disebut telah resmi mengundurkan diri dari keanggotaan DPR RI dan Partai NasDem.
Ia kemudian dikabarkan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sehingga kursi pimpinan Komisi III kembali diisi oleh Sahroni.
Penulis: Fachri Mahayupa
Sumber: Tribunnews.com
Uploader: Faizal Amir