NU, Orde Baru & Guru Sekumpul - Prof Mujiburrahman | Menjadi Indonesia #43
May 13, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published2 weeks ago
Duration1:25:19
Video ID2ajScxfGOLE
Languageid
CategoryEducation
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views4.3K
Likes236
Comments20
Engagement Rate6.02%
Likes per 100 views5.55
Comments per 1K views4.70
Video Tags
Description
Dalam program Menjadi Indonesia episode 43, NU Online menghadirkan Guru Besar Sosiologi Agama UIN Antasari Banjarmasin, Prof Mujiburrahman. Berangkat dari tradisi pesantren di Kalimantan Selatan, ia bercerita tentang bagaimana pendidikan pesantren membentuk cara hidup, cara berpikir, dan cara memandang masyarakat. Pesantren, menurutnya, bukan hanya ruang belajar agama, tetapi juga tempat tumbuhnya nilai, karakter, dan kesadaran sosial.
Perjalanan intelektual itu membawa Mujib membaca hubungan agama, negara, dan masyarakat di Indonesia. Mulai dari dinamika Orde Baru, relasi Islam dan Kristen, hingga bagaimana agama sering kali diposisikan hanya sebagai alat menjaga “kerukunan”, tanpa diberi ruang sebagai kekuatan etik yang mampu mengkritik ketidakadilan.
Menurutnya, agama tidak cukup hanya menjadi “pemadam kebakaran”. Agama, kata dia, juga harus hadir sebagai sumber moral yang memberi orientasi bagi kebijakan publik dan keberpihakan pada masyarakat kecil. “Bahkan menjadi kekuatan kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang merugikan publik,” tegasnya.
Dalam percakapan ini, Mujib juga menyinggung warisan pemikiran Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang melihat Islam sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan yang terbuka, demokratis, dan berpihak pada penguatan masyarakat sipil. Bahwa demokrasi tidak cukup hanya prosedural, tetapi harus menghadirkan keadilan sosial.
Dipandu Pemimpin Redaksi NU Online, Ivan Aulia Ahsan, pembahasan kemudian bergerak ke akar sejarah Islam Nusantara melalui sosok Muhammad Arsyad al-Banjari hingga Guru Sekumpul. Tradisi keilmuan ulama Nusantara yang saling terhubung sejak berabad-abad lalu menunjukkan bahwa Islam di Indonesia tumbuh melalui jaringan ilmu, tulisan, kaderisasi, dan dakwah yang menghargai keragaman budaya lokal.
Segmen video:
00:00:00 - Cuplikan dan intro
00:01:17 - Keluarga dan pendidikan
00:17:19 - Umat Islam dan Kristen di era Orde Baru
00:44:25 - Gus Dur dan visi kemanusiaan
00:49:17 - NU di era Idham Chalid dan Gus Dur
01:05:42 - Pesantren di Kalsel dan Guru Sekumpul
01:11:02 - Kontribusi Syekh Arsyad Al-Banjari
01:17:52 - Imaninasi Aswaja dan Indonesia
01:23:37 - Closing dan credit title
___________
NU Online - Media Resmi Nahdlatul Ulama
Super App | Website | Tiktok | X | Youtube | Instagram | Facebook | Spotify
Follow Us: https://linktr.ee/NUOnline
#nahdlatululama #nuonline #pbnu #ordebaru #islam #politik #gusdur #idhamchalid #gurusekumpul #banjarmasin #menjadiindonesia