🔴LIVE: Akses Utama Desa Krobokan Juwangi Boyolali Hancur Total, Pengendara: “Awakke Pegel Kabeh”
May 15, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published2 weeks ago
Duration1:51:26
Video ID4-ll7WIe-bs
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views1.2K
Likes27
Comments1
Engagement Rate2.40%
Likes per 100 views2.31
Comments per 1K views0.86
Video Tags
Description
TRIBUNSOLO.COM - Kerusakan jalan di Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, dikeluhkan warga.
Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu kini hancur dan sulit dilalui kendaraan.
Kerusakan jalan tersebut bahkan sempat viral di media sosial.
Saat TribunSolo.com mendatangi lokasi, Kamis (13/5/2026), sejumlah spanduk bernada protes masih terpasang di sepanjang jalan.
Kondisi jalan tampak memprihatinkan.
Cor beton jalan nyaris tak terlihat dan yang tersisa hanya makadam batu dengan permukaan bergelombang tinggi.
Pengendara yang melintas pun harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh.
Banyak kendaraan berjalan pelan saat melewati ruas jalan rusak tersebut.
Sejumlah pengendara mengaku kesulitan saat melintas di jalur itu.
"Awakke pegel kabeh (badannya pegal semua)," ujar salah seorang pengendara.
Pengendara lainnya bahkan melontarkan sindiran terkait kondisi jalan tersebut.
"Dalane alus tenan (jalannya sangat halus)," katanya dengan nada menyindir.
Parmin, salah satu warga menyebut kondisi jalan saat ini terbilang cukup.
" Tidak separah kemarin pas musim hujan. Kemarin sampai tidak bisa dilalui," ujarnya
Sementara itu, Bupati Boyolali, Agus Irawan mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah jalan tersebut akan masuk dalam proyek pembangunan tahun ini.
"Nanti kita cek di PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang). Karena pekerjaan tahun ini kan sudah direncanakan di tahun 2025 kemarin," kata Agus.
Menurutnya, jika belum ada paket pekerjaan revitalisasi jalan di lokasi tersebut, Pemkab Boyolali akan menggunakan anggaran Unit Reaksi Cepat (URC) untuk melakukan perbaikan sementara.
Agus juga menjelaskan hingga kini proyek pekerjaan fisik di Boyolali memang belum banyak berjalan.
Kondisi tersebut dipengaruhi situasi politik global yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku proyek.
Ia menyebut perang di Timur Tengah membuat pemerintah daerah harus melakukan evaluasi ulang terhadap harga satuan pekerjaan.
"Tapi sekarang sudah kita kejar. Sudah kita upayakan perubahan harga satuan," pungkasnya. (*)