Rekonstruksi Kematian Misterius Gita Fitri di Talang Sawah Kepahiang, Tersangka Peragakan 14 Adegan

Mar 30, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published3 months ago
Duration1:59
Video ID4w3RwwvBWTw
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short

Performance Metrics

Views5.1K
Likes13
Comments0
Engagement Rate0.26%
Likes per 100 views0.26
Comments per 1K views0.00

Description

Polres Kepahiang menggelar rekonstruksi kasus kematian Gita Fitri Ramadani (25) di kebun pepaya Desa Talang Sawah, Senin (30/3/2026), dengan menghadirkan tersangka yang memperagakan 14 adegan. Diketahui, Gita dinyatakan tewas di kebun pepaya yang berada di Desa Talang Sawah, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, pada Rabu dini hari (4/2/2026). Setelah peristiwa tersebut, sejumlah dugaan kejanggalan dan polemik terkait kematian Gita Fitri mencuat dan ramai menjadi sorotan masyarakat. Sehingga, untuk memperjelas kasus tersebut, pihak kepolisian melakukan rekonstruksi terhadap kasus tersebut. "Hari ini kita menggelar rekonstruksi untuk membuka kasus ini, dengan menhadirkan saksi, tersangka dan pengacara kedua belah pihak," ucap Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda. Yuriko menegaskan dalam rekonstruksi yang terbagi menjadi 14 adegan tersebut tidak ada yang ditutupi. "Kita melaksanakan 14 adegan tadi dan tidak ada yang ditutup-tutupi," ujar Yuriko. Ia mempersilahkan apabila ada masyarakat yang ingin bertanya setelah proses rekonstruksi. "Apabila masyarakat ingin bertanya boleh, dipersilahkan agar tidak ada persepsi lain tapi tidak mungkin kita buka bukti-bukti secara vulgar," jelas Yuriko. Selama proses rekonstruksi, Yuriko menerangkan bahwa tidak ada pihak yang membantah. "Tidak ada yang membantah tadi, sampai saat ini juga belum ada yang membantah," kata Yuriko. Setelah dilakukan rekonstruksi, berkas yang sebelumnya P19 akan dilengkapi kembali oleh pihak kepolisian. "Setelah rekonstruksi kan ini P19 dari kejaksaan, jadi kita lengkapi berkas lagi baru kita kirim lagi ke kejaksaan," jelas Yuriko. Sementara itu, untuk personel yang dikerahkan dalam pelaksanaan rekonstruksi tersebut berjumlah 89 orang. "89 orang personil yang kita kerahkan," pungkas Yuriko. rekonstruksi diawali saat Gita tiba di pondok kebun pepaya milik tersangka MK di Desa Talang Sawah, Kepahiang. Saat itu, suasana kebun tampak seperti aktivitas biasa. Salah satu saksi terlihat sedang menyemprot keong di area kebun. Saksi tersebut diketahui merupakan karyawan MK, sementara MK sendiri berada di pondok. Gita yang datang tidak naik ke pondok, melainkan turun dan bergerak menjauh dari bangunan tersebut. Tak lama kemudian, sebuah sepeda motor datang ke pondok yang ternyata merupakan kawan dari saksi. Meski demikian, saksi yang sedang menyemprot tidak menaruh kecurigaan terhadap situasi tersebut. Ia bahkan sempat mengajak kawan yang datang dengan sepeda motor untuk ikut menyemprot, namun ajakan itu ditolak. Di saat yang sama, Gita berjalan menuju bagian belakang pondok. Setelah aktivitas menyemprot keong selesai, para saksi mulai mencari keberadaan Gita. Namun, Gita tidak ditemukan di sekitar area pondok. Pencarian kemudian berlanjut hingga ke ujung kebun. Di lokasi itulah Gita ditemukan dalam kondisi telungkup, terjerat perangkap babi. Posisinya terjatuh dengan tangan kanan dan kaki kanan tersangkut jerat. Melihat kondisi tersebut, saksi langsung berupaya menyelamatkan korban menggunakan batang pepaya. Namun upaya tersebut tidak berhasil. Situasi yang mendesak membuat salah satu saksi akhirnya menggunakan parang untuk memotong kabel jerat. Setelah jerat berhasil dilepaskan, tubuh Gita kemudian dipindahkan ke atas tebing dengan jarak sekitar 3 meter dari lokasi awal. Melihat kondisi korban, saksi segera memanggil MK yang saat itu masih berada di pondok. MK kemudian keluar dari pondok dan menyusul ke lokasi. Setibanya di sana, ia melihat kondisi korban dan mencoba memastikan keadaan Gita. Korban dipanggil dan tubuhnya digoyang-goyangkan, namun tidak ada respons. Setelah diyakini korban telah meninggal dunia, Gita kemudian dibawa ke pondok. Karena saat itu kondisi hujan, tubuh korban sempat dibersihkan. Selanjutnya, MK menghubungi kepala desa dan pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut. Kepala desa Embong Ijuk, yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan MK, kemudian datang ke lokasi. Tidak lama berselang, pihak kepolisian juga tiba dan membawa korban ke rumah sakit bersama para saksi. Rekonstruksi berhenti dengan adegan tersebut, dan hingga saat ini pihak kepolisian belum mengungkap alasan Gita Fitri mendatangi kebun mulik tersangka MK. Baca Berita Lengkap : https://bengkulu.tribunnews.com/ Program: Nama program Host: Nama lengkap Editor Video: Nama lengkap Uploader: Nama lengkap Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Baca berita di ------- http://bengkulu.tribunnews.com/ Follow Instagram --------- https://www.instagram.com/tribun_bengkulu/ Like fanspage --------- https://web.facebook.com/tribunbengkulu

Related Videos

More videos from Tribun Bengkulu