🔴 [LIVE] - detikSore: Timnas Siap Hantam Saint Kitt & Nevis di FIFA Series!

Mar 27, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now
detikcom
detikcom

2.3M subscribers

View Channel

Video Overview

Video Details

Published2 months ago
Duration2:28:01
Video ID5wVLfz5UWNk
Languageid
CategoryEntertainment
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views603
Likes4
Comments0
Engagement Rate0.66%
Likes per 100 views0.66
Comments per 1K views0.00

Description

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh pecinta sepakbola Indonesia tiba. Tim Nasional (Timnas) Indonesia akan memulai perjalanannya dalam FIFA Series 2026 bersama nahkoda baru, John Herdman. Selain menjadi ajang debut kepelatihannya bersama Timnas, laga ini juga menjadi laga perdana Timnas Garuda di tahun 2026. Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts & Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026) malam, pukul 20.00 WIB. Jelang pertandingan nanti, Timnas Indonesia harus mampu menerjemahkan strategi baru John Herdman menjadi permainan apik. Seperti diketahui, Herdman merupakan Mantan Pelatih Timnas Kanada yang baru masuk di keluarga besar Timnas Indonesia pada Januari 2026. Dirinya menggantikan Patrick Kluivert yang mundur setelah gagal membawa Timnas Indonesia ke ajang Piala Dunia. Sebelumnya Herdman sudah pernah satu kali melawan Saint KItts & Nevis saat masih membesut Kanada. Dia berhasil meraih kemenangan 1-0 atas The Sugar Boyz. Tidak hanya Herdman, skuad Indonesia juga diperkuat Elkan Baggot. Pemain Indonesia yang bermain di Ipswich Town tersebut terakhir kali berkostum Merah-Putih di Piala Asia Qatar 2023 lalu. Hadirnya kedua nama ini menjadikan adaptasi sebagai kata kunci penting dalam tim. "Mungkin setengah tim masih sama dan setengahnya pemain baru, jadi tentu ada proses adaptasi. Namun para pemain baru sangat menyambut dengan baik, itu membuat segalanya lebih mudah," kata Baggott yang dikutip Kita Garuda dilansir dari detikSport. Bagi Baggot sendiri, penampilan malam ini akan menjadi ajang pembuktian agar dirinya didapuk sebagai pemain utama di lini belakang. Sebabnya, persaingan lini belakang Timnas saat ini tidak mudah karena diisi oleh nama-nama seperti Rizky Ridho, Jay Idzes, Justin Hubner hingga Kevin Diks. Terkait hal ini, sejumlah pihak menyebut jika pemain belakang Tim Garuda saat ini ‘melimpah total’. Pada lini serang, Ole Romeny mengungkapkan jika dirinya senang bisa bermain kembali untuk Timnas Indonesia. Dia merasa hubungan antarpemain sudah seperti keluarga. "Chemistry tim sangat bagus. Rasanya seperti keluarga. Setiap kali kami kembali berkumpul, bertemu satu sama lain, itu terasa seperti saudara. Jadi suasananya selalu sangat positif," kata Romeny yang dikutip dari Kita Garuda dilansir dari detikSport. Menghadapi Saint Kitts & Nevis John Herdman diprediksi akan menggunakan formasi 4-3-2-1 dengan satu striker. Di bawah mistar gawang, terdapat empat nama yang siap mengawal gawang Tim Merah Putih. Mereka adalah Emil Audero, Maarten Paes, Nadeo Argawinata, dan Cahya Supriadi. Dari keempatnya, Emil yang tengah membela Cremonese disebut-sebut akan menjadi pilihan utama. Meski demikian, sejumlah analisis menyebut jika Paes yang sedang dalam top performa bersama Ajax menjadi starter di pertandingan nanti. Pilihan di sektor gelandang Indonesia tergolong terbatas dibandingkan posisi lainnya. Terdapat lima pemain yang tersedia, salah satu yang tak tergantikan adalah Joey Pelupessy yang diprediksi mengisi posisi gelandang bertahan. Sisanya kemungkinan kita akan melihat duet Ivar Jenner dan Nathan Tjo-A-Oen. Untuk line depan, trisula penyerang yang menjadi pilihan utama kemungkinan besar adalah Ragnar Oratmangoen, Yakob Sayuri, dan Ole Romeny. Setelah laga ini Timnas nantinya akan kembali bermain di tanggal 30 Maret 2026 entah sebagai finalis atau tim perebutan juara ketiga. Lalu, seperti apa analisis kedua tim jelang laga FIFA Series malam ini? Siapa yang layak menjadi pilihan utama? Simak obrolannya dalam segmen D’Hattrick! Beralih ke Berita Nusantara, detikSore akan mengulas lebih dalam tentang kematian dua bayi harimau bengala bernama Huru dan hara yang berada di Bandung Zoo. Kematian Harimau yang baru berusia 7 bulan tersebut menyita perhatian sejumlah pihak. Salah satu kelompok pemerhati hewan bahkan menyebut jika Pemerintah turut andil dalam kematian keduanya. Apa sebab kematian kedua bayi harimau ini? Simak laporan langsung Jurnalis detikJabar selengkapnya. Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia. "Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

Related Videos

More videos from detikcom