Kenaikan Harga Pertamax Tuai Protes, Mahasiswa Turun ke Jalan dan Pemerintah Buka Suara

Jun 13, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published1 month ago
Duration7:46
Video ID6B17C5bpiQc
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views173.1K
Likes0
Comments747
Engagement Rate0.43%
Likes per 100 views0.00
Comments per 1K views4.32

Description

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gelombang unjuk rasa mahasiswa terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air. Jumat (12/6/2026) mahasiswa di Jakarta melakukan long march dari berbagai titik menuju Bundaran HI. Ada lima pokok tuntutan mahasiswa, antara lain: Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak. Menghentikan program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Menghentikan militerisme di ranah sipil. Mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak. Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 pada 10 Juni kemarin mengejutkan masyarakat. Antrean panjang terjadi di hampir seluruh SPBU. Warga ramai-ramai beralih menggunakan BBM subsidi jenis Pertalite. Banyaknya masyarakat yang beralih ke Pertalite membuat sejumlah SPBU di Jakarta kehabisan stok BBM. Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menegaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional, dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat. Ketua Komisi XI DPR, Muhamad Misbakhun menilai kenaikan harga Pertamax akan memberikan tekanan terhadap inflasi. Terlebih, pengguna Pertamax didominasi masyarakat umum dan bukan sektor industri, sehingga dampak terhadap harga barang dan jasa masih akan dikaji lebih mendalam. Menkeu Purbaya menyebut Pertamax tidak digunakan angkutan barang, sehingga hanya akan berdampak kecil terhadap inflasi. Untuk menjaga daya beli masyarakat, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah tengah mengkaji sejumlah skema bantuan sebelum kembali berkoordinasi dengan Pertamina. Sementara itu, formula subsidi sengaja difokuskan untuk masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi. Jika masyarakat kelas menengah terus mendapat tekanan ekonomi, mereka tentu akan mengurangi konsumsi. Hal ini bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini dan terlengkap, yuk subscribe channel YouTube Kompas TV Lampung! Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas TV. Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: https://www.kompas.tv.

Related Videos

More videos from KOMPASTV LAMPUNG