Kalau kamu cinta Yesus, maka ikuti perintahnya
Jan 26, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published4 months ago
Duration2:05
Video ID7W9lf38YC9U
Languageid
CategoryPeople & Blogs
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short
Performance Metrics
Views1.8K
Likes38
Comments0
Engagement Rate2.08%
Likes per 100 views2.08
Comments per 1K views0.00
Video Tags
#kisah mualaf indonesia#kesaksian mualaf#kristen masuk islam#perjalanan iman#bersyahadat#azan membuat menangis#islamofobia#dari islamofobia ke iman#trinitas vs tauhid#nabi isa dalam islam#yesus dalam islam#islam memuliakan nabi isa#resign demi syariat#mualaf 2024#cerita hijrah#hidayah allah#dialog agama#toleransi beragama#convert to islam indonesia#muslim convert testimony
Description
Tadinya Jovita melihat Islam lewat kacamata takut dan prasangka. Dua puluh tahun hidup sebagai Kristen Protestan, ia menyimpan banyak tanya—tentang Trinitas, tentang siapa sebenarnya Nabi Isa (Yesus), dan mengapa gambaran tentang Islam di sekelilingnya terasa menakutkan. Hingga suatu hari, kalimat sederhana dari seorang teman Muslim menembus dinding pikirannya: “Di Islam, Nabi Isa dimuliakan.” Ia tertegun. Benarkah? Jika demikian, apa yang selama ini ia yakini tentang Islam?
Pertanyaan itu menuntunnya ke perjalanan yang tak pernah ia bayangkan. Di tengah kegamangan, ia mendengar azan—lantunan merdu yang seolah memanggil sesuatu yang lama tertidur di dadanya. Air mata jatuh tanpa diminta; ada rasa pulang yang sulit dijelaskan. Dari sana, Jovita mulai mencari, membaca, dan bertanya. Bukan untuk membantah, melainkan untuk jujur pada dirinya sendiri.
Pada 29 April 2024, ia bersyahadat. Keputusan itu bukan dorongan siapa pun, melainkan kerinduan yang sederhana: ingin menemukan Allah yang menciptakannya. Sejak saat itu, setiap Al-Fatihah dan sujud terasa seperti membasuh halaman-halaman hidupnya—air mata hadir bukan karena sedih, melainkan karena merasa dijaga. Ketika keluarga mengetahui, sang ibu berkata, “Agama mama ya agama mama, agama kamu ya agama kamu.” Jovita mendoakan, semoga suatu saat Allah melembutkan hati ibunya. Ia juga memilih resign dari pekerjaan yang tak lagi selaras dengan keyakinannya—keputusan yang berat, namun membuat langkah terasa benar.
Inilah kisah Jovita. Bukan untuk menyalahkan masa lalu, melainkan untuk merayakan kejujuran hati dalam mencari kebenaran. Jika kisah ini menyentuh, mari berdiskusi dengan santun dan saling menghormati. Jangan lupa dukung channel ini dengan like, subscribe, dan aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan kisah berikutnya.
https://youtu.be/0PVNxCWjgkw
Salurkan Donasi Anda Ke Rekening BSI
No. 7200-7100-15
atas Nama YAYASAN BAITUL MAQDIS.
informasi dan konfirmasi 0821-3331-7710
Dilarang Menggunakan Konten Tanpa IZIN/ Persetujuan dari Pihak Kami
====================
Bergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:
https://www.youtube.com/channel/UCjizdlDRUr0yWAFy5atoXew/join
=======================
Disclaimer:
Seluruh Tayangan dalam Channel ini semata kami sajikan untuk memberikan Edukasi dan informasi kepada Ummat Muslim agar bisa mengambil Hikmah dan menambah semangat dalam medekatkan diri kepada Allah.
Tidak ada maksud untuk menyudutkan pihak tertentu.
Kebenaran hanya Milik Allah.
==================
Follow juga media Sosial Kami
Halaman Facebook: https://www.facebook.com/baitulmaqdispusat
WEB: https://baitulmaqdis.com
INSTAGRAM: https://www.instagram.com/yayasanbaitulmaqdisofficial/
TIKTOK: https://www.tiktok.com/@yayasanbaitulmaqdis?is_from_webapp=1&sender_device=pc
=============================
Bergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:
https://www.youtube.com/channel/UCjizdlDRUr0yWAFy5atoXew/join