NO LOGO MASJID DARUSSALAM SERENGAN TRADISI BUBUR SAMIN 001

Mar 2, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published3 months ago
DurationN/A
Video ID7l3imztrdac
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views0
Likes0
Comments0

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Masjid Darussalam Jayengan Solo Tradisi Pembagian Bubur Samin Ramadhan, Jejak Perantau Pedagang Emas Kota Solo selama ini dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa yang paling kuat di Indonesia. Keraton, batik, gamelan, hingga tradisi leluhur seakan menjadi identitas yang melekat erat pada kota ini. Namun, di balik khazanah budaya Jawa yang dominan, Solo juga menyimpan kisah menarik tentang komunitas perantau yang turut memberi warna dalam perjalanan sejarahnya. Satu di antara jejak itu dapat ditemukan di kawasan Jayengan, Serengan. Di tengah hiruk-pikuk pusat kota, berdiri sebuah masjid yang bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol keberadaan budaya Banjar di Surakarta: Masjid Darussalam Jayengan. Masjid ini merupakan satu-satunya masjid di Solo yang memiliki kaitan erat dengan sejarah komunitas Banjar yang merantau dari Kalimantan. Awal Mula Perantau Banjar di Solo Kisah Masjid Darussalam Jayengan bermula pada akhir abad ke-19, ketika sejumlah pedagang emas dan permata dari Kalimantan mulai berdatangan ke Solo. Mereka menetap, berdagang, lalu membentuk komunitas yang semakin hari kian berkembang. Seiring bertambahnya jumlah warga Banjar di kawasan Jayengan, kebutuhan akan tempat ibadah pun muncul. Dengan semangat kebersamaan, mereka kemudian membangun sebuah musala sederhana. Musala itu dikenal dengan nama Langgar Jayengan Darussalam, berdiri sekitar tahun 1910–1911. Dari tempat kecil itulah, aktivitas keagamaan komunitas Banjar di Solo mulai berakar. Seiring waktu, jumlah jemaah meningkat dan langgar tersebut berkembang menjadi masjid permanen yang berdiri kokoh hingga sekarang. Editor Video: Indra Mahendra

Related Videos

More videos from Tribun Sulbar Official