BLAK-BLAKAN AHOK TENTANG MERI HOEGENG, ISTRI KAPOLRI PALING JUJUR
Feb 4, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published3 months ago
Duration7:01
Video ID8TfPJMr_Pb4
Languageid
CategoryEntertainment
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views230
Likes4
Comments0
Engagement Rate1.74%
Likes per 100 views1.74
Comments per 1K views0.00
Description
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengenang kedekatannya dengan Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri saat melayat ke rumah duka di Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat. Ahok hadir memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan ke TPU Giritama, Tonjong, Kabupaten Bogor.
Usai prosesi pemberangkatan, ia menyampaikan kenangan pribadinya bersama Eyang Meri yang dinilainya sebagai sosok penuh perhatian dan kemanusiaan.
Ahok mengungkapkan bahwa dirinya sempat menemani Eyang Meri sebelum mengembuskan napas terakhir di ruang perawatan intensif. Ia menyampaikan rasa sayangnya secara langsung kepada almarhumah.
“Sebelum menghembuskan napas terakhir, saya bersama beliau di ruang ICU. Sekarang, saya sampaikan selamat jalan,” ujar Ahok kepada wartawan di rumah duka, Rabu (4/2/2026).
Ahok juga mengenang peran Eyang Meri yang memberikan dukungan moral kepadanyasaat menjalani masa sulit, termasuk ketika berada dalam tahanan. Menurut Ahok, almarhumah kerap mengirimkan makanan dan menyempatkan diri untuk datang menjenguk.
Selain itu, Eyang Meri juga disebut sering menyampaikan pesan-pesan kehidupan melalui lukisan dan nasihat langsung. Pesan tersebut berisi dorongan agar tetap berjuang menegakkan kebenaran, kejujuran, dan keadilan dalam situasi apa pun.
"Ya, bagi saya beliau orang tua yang menguatkan. Beliau juga yang sering kirim makanan juga ke saya. Waktu ditahanan juga datang. Dia juga kasih saya lukisan pesan-pesan yang sangat baik. Untuk tetap berjuang dalam kebenaran, kejujuran, dan keadilan," tanbahnya.
Meriyati Hoegeng meninggal dunia pada usia 100 tahun setelah menjalani perawatan intensif di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Jenazah Eyang Meri dimakamkan di TPU Giritama, berdampingan dengan makam mendiang suaminya, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.