Cerita Kesedihan Jadi Modus, Tantri Kotak Diduga Tertipu Sahabat Lewat Skema Investasi
Jun 29, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published1 day ago
Duration8:18
Video ID8mKccW3fPwU
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views316
Likes3
Comments2
Engagement Rate1.58%
Likes per 100 views0.95
Comments per 1K views6.33
Video Tags
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Dugaan penipuan yang dialami vokalis band Kotak, Tantri Syalindri, terungkap bermula dari modus investasi yang dibalut cerita kesedihan pelaku yang diduga sahabatnya sendiri untuk meraih simpati korban. Sosok terduga pelaku disebut kerap menawarkan skema investasi sekaligus memanfaatkan kedekatan emosional dengan para korban. Seiring berjalannya waktu, pelaku diduga tidak hanya menipu Tantri, tetapi juga sejumlah korban lainnya dengan total kerugian mencapai sekitar Rp10 miliar.
Aksi tersebut baru terungkap setelah para korban mulai menyadari adanya kejanggalan dalam skema investasi yang dijalankan.
Ironisnya, sebelum membawa kabur uang, terduga pelaku justru lebih dulu mendekati Tantri dengan berbagai cerita kesulitan hidup hingga memanfaatkan rasa empati korban.
Tantri menjelaskan bahwa hubungan keduanya sudah terjalin cukup lama melalui lingkaran pertemanan di komunitas ibu-ibu sekolah anak mereka.
Sosok tersebut diduga membawa kabur uang milik Tantri dan sejumlah korban lainnya dengan total kerugian mencapai Rp10 miliar.
Tantri mengaku (27/6/2026) bahwa dirinya dan terduga pelaku sudah saling mengenal sejak sekitar lima tahun terakhir.
Keduanya bertemu dalam komunitas orang tua di sekolah anak-anak mereka.
"Kita tuh temenan dari komunitas ibu-ibu sekolah. Ibu-ibu sekolah yang memang aku kenal sama dia dari zaman anakku yang pertama TK, sudah hampir lima tahun ya," ujar Tantri, Sabtu (27/6/2026).
Karena sudah cukup dekat, Tantri dan pelaku kerap menghabiskan waktu bersama, baik dalam kegiatan keluarga maupun agenda pertemuan sesama teman.
"Selayaknya seorang teman, kita sempat liburan bareng-bareng gitu keluarga. Terus abis itu liburan perempuan-perempuan doang," ucapnya.
Memasuki 2025, pelaku yang disebut memiliki posisi sebagai sales mulai menawarkan sebuah skema yang diklaim sebagai investasi.
Ia mendekati Tantri dan rekan-rekannya dengan alasan membutuhkan bantuan untuk pencapaian target pekerjaan.
Pelaku juga kerap membangun narasi kesulitan hidup agar mendapatkan simpati dari korban.
"Dia menawarkan sebuah produk. 'Eh lu mau beli nggak produk gue,' gitu. 'Gue butuh bantuan.' Awalnya, 'Gue butuh bantuan invest deh gitu, biar gue tuh stabil di posisi pekerjaannya'," kata Tantri.
Tantri mengaku sempat merasa iba karena pelaku diketahui sebagai orang tua tunggal yang sedang berjuang membiayai anak-anaknya.
"Karena memang kita basic-nya temen dan nggak ngelihat yang gimana-gimana dan kita tahu banget gitu dia punya anak, dia single mother, background-nya itu," ujarnya.
Dalam kurun waktu sekitar satu tahun, skema investasi tersebut sempat berjalan tanpa kendala sehingga membuat Tantri dan rekan-rekannya semakin percaya.
"Semua temen-temenku yang di komunitas ini juga semuanya baik-baik aja. Pokoknya sangat lama ya, prosesnya, bertahap sampai kita tuh akhirnya 'Oh ya bener, bener kok ini,' gitu. 'Investasi ini tuh bener,' gitu," ungkapnya.
Tantri juga menilai pelaku sangat lihai dalam memanfaatkan sisi psikologis korban untuk membangun kepercayaan.
"Dia jago banget menata psikologis semua temen-temennya gitu, dan jago banget meyakinkan semua teman-temannya kalau dia tuh adalah orang yang butuh dibantu," tuturnya.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologi Tantri Kotak Diduga Ditipu Sahabat, Modus Pelaku Tawakan Investasi hingga Jual Kesedihan, https://www.tribunnews.com/seleb/7847629/kronologi-tantri-kotak-diduga-ditipu-sahabat-modus-pelaku-tawakan-investasi-hingga-jual-kesedihan?page=all&s=paging_new.
Penulis: M Alivio Mubarak Junior
Editor: Adi Suhendi
Program: Tribunnews Update
Host: Thalia Iza
Editor Video: Tegar Melani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman