Ratusan Wisatawan di Pantai Parangtritis Tersengat Ubur-Ubur

Jul 1, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published1 week ago
Duration1:08
Video ID9JK11EGoVD4
Languageid
CategoryEducation
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views719
Likes4
Comments1
Engagement Rate0.70%
Likes per 100 views0.56
Comments per 1K views1.39

Description

BANTUL - Ratusan wisatawan di Pantai Parangtritis tersengat ubur-ubur sejak Rabu (17/6) hingga Rabu (1/7). Satgas Linmas Jogo Segoro Parangtritis hingga Depok (Satpol PP) Bantul mencatat puncak kejadian terjadi Minggu (28/6) sebanyak 116 wisatawan tersengat. Pantauan Radar Jogja di lokasi Rabu (1/7) menunjukkan belasan korban yang tersengat ubur-ubur langsung mendapat penanganan dari petugas di lapangan. Korban diminta berjemur untuk membantu menetralkan racun. Sebagian besar mengalami sengatan pada tangan dan kaki. Ada pula korban yang tersengat di bagian perut sehingga diminta berbaring telentang saat berjemur. Karena mayoritas korban merupakan anak-anak, mereka terlihat menangis dan mengerang kesakitan Koordinator Satgas Linmas Jogo Segoro Pantai Parangtritis hingga Depok Arief Nugraha mengatakan, sejak Rabu (17/6) hingga Rabu (1/7) total tercatat sebanyak 289 wisatawan tersengat ubur-ubur. Menurutnya, fenomena tersebut merupakan kejadian yang normal karena musim kemunculan ubur-ubur memang terjadi pada bulan-bulan ini. Meski jumlah korban mencapai ratusan, tidak ada yang mengalami kondisi serius hingga harus dirujuk ke rumah sakit. "Semua bisa ditangani di posko terpadu," katanya saat ditemui di Pos SAR Parangtritis Rabu (1/7). Menurut Arief, fenomena ini bersifat insidental sehingga petugas hanya mengimbau para pengunjung yang berada di tepi pantai agar tetap waspada. Pengunjung diminta tidak mendekati maupun memegang ubur-ubur berwarna biru yang memiliki rumbai. "Kalau terkena intinya yang penting bersih dari hewan tersebut," katanya. Artinya, pengunjung diminta segera membersihkannya. Pembersihan dapat dilakukan menggunakan air cuka atau air biasa. Setelah itu, tubuh diusahakan tetap kering dan tidak dalam kondisi lapar karena dapat memperparah reaksi tubuh.: . . Ikuti juga akun kami: Instagram : @radarjogja X : @radarjogja tiktok : jawaposradarjogja Website : radarjogja.jawapos.com/ . Alamat : Jl. Cendrawasih No.194 B, Manukan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55283 Radar Jogja Channel tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE.

Related Videos

More videos from Radar Jogja Channel