Pakar Intelijen dan Pakar HI Bicara Rencana Trump Luncurkan Operasi 'Sledgehammer' Gempur Iran

May 14, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published2 months ago
Duration27:29
Video IDAXg6XtNpsNg
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views13.4K
Likes0
Comments74
Engagement Rate0.55%
Likes per 100 views0.00
Comments per 1K views5.53

Description

KOMPAS TV Konflik Amerika Serikat dan Iran belum berakhir. Saling serang masih berlanjut di tengah gencatan senjata. Dikutip dari NBC News, Pentagon mempertimbangkan untuk mengganti nama perang Iran menjadi "Sledgehammer" jika gencatan senjata gagal. Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat juga telah menyatakan bahwa operasi militer bertajuk Epic Fury di Iran telah berakhir. Keputusan ini telah disampaikan pula kepada Kongres AS. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan bahwa operasi Epic Fury di Iran telah berakhir. Amerika dan Iran kini dalam tahap negosiasi, termasuk pembahasan soal material nuklir. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memaparkan permintaan anggaran "bersejarah" Pentagon ketika biaya perang melawan Iran meningkat menjadi hampir 29 miliar dolar AS. Berbicara di hadapan Subkomite Pertahanan Komite Anggaran DPR, Hegseth mengatakan bahwa anggaran bersejarah yang diminta Pentagon dari Kongres adalah anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara fiskal. Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menyebut di dalam negeri Trump terancam tidak memiliki dukungan bila meneruskan perang. Banyak pihak tidak menyetujui anggaran perang yang diajukan pemerintahan Donald Trump. Hingga kini, ketegangan antara AS dan Iran belum berakhir. Kedua pihak mengklaim memiliki kekuatan maksimal jika perang berlanjut. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih terjadi. Yang terbaru, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk meluncurkan operasi militer bertajuk "Sledgehammer". Bagaimana kekuatan militer AS saat ini? Dan apa dampaknya jika konflik AS-Iran tak segera berakhir? Kita akan membahasnya bersama pengamat hubungan internasional President University, Teuku Rezasyah, serta dosen Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta. #as #iran #perang #timurtengah #trump Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini dan terlengkap, yuk subscribe channel YouTube Kompas TV Lampung! Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas TV. Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: https://www.kompas.tv.

Related Videos

More videos from KOMPASTV LAMPUNG