Terekam CCTV, Sekelompok Pemuda Serang Tempat Usaha Outdoor di Gowa, 3 Orang Terluka

May 16, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now
Tribun Timur
Tribun Timur

9.3M subscribers

View Channel

Video Overview

Video Details

Published1 month ago
Duration10:04
Video IDBUH3BLWsTPg
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views1.5K
Likes4
Comments5
Engagement Rate0.60%
Likes per 100 views0.27
Comments per 1K views3.36

Description

#tribuntimur #tribunviral #saksikata #viral #gowa Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-GOWA.COM — Penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) terjadi di sebuah tempat usaha penyewaan peralatan outdoor di Jalan HM Yasin Limpo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, (Sulsel) Insiden yang terjadi pada malam hari itu terekam kamera CCTV dan videonya viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman CCTV, terlihat sejumlah pemuda memasuki area rumah usaha penyewaan alat perkemahan tersebut. Mereka diduga langsung melakukan pemukulan terhadap seseorang yang berada di lokasi. Beberapa pria tampak berusaha melerai. Namun, aksi pengeroyokan tetap berlangsung hingga menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka. Usai melakukan penyerangan, kelompok pemuda tersebut meninggalkan lokasi. Selain menyebabkan korban luka, insiden itu juga mengakibatkan sejumlah barang di lokasi rusak. Salah seorang korban sekaligus saksi di lokasi, Auliyah Rahman (25), mengatakan sekelompok orang tiba-tiba datang mencari seseorang bernama Pian. “Mereka datang tiba-tiba tanya, ‘Mana saudaranya ini, mana Pian?’ Saya tanya siapa yang punya urusan sama Pian dan kenapa tiba-tiba mau percekcokan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (14/5/2026) malam Menurutnya, kelompok tersebut datang dalam jumlah cukup banyak, diperkirakan sekitar 15 hingga 20 orang. “Kurang lebih ada sekitar 15 sampai 20 orang datang,” katanya. Ia menyebut para pelaku awalnya tidak membawa senjata tajam dan datang dengan tangan kosong. “Kalau senjata tajam tidak ada, tangan kosongji dulu karena memang seperti mau berkelahi,” jelasnya. Saat kejadian, aktivitas penyewaan disebut sudah tutup. Namun, beberapa orang masih berada di lokasi untuk melakukan perawatan alat outdoor. “Kalau aktivitas penyewaan sudah tutup, tapi malam itu masih ada maintenance alat,” ungkapnya. Auliyah Rahman mengatakan kelompok tersebut masuk sekitar pukul 23.00 Wita pada 11 Mei 2026 saat pagar masih terbuka. Suasana seketika mencekam. Suara ribut dari teriakan para terduga pelaku sembari memukul Sekira 20 menit usai kejadian barulah sejumlah warga keluar Saat diserang Rahmat bersama dengan empat orang temannya yang berada di tempat penyewaan alat kemah itu "Yang ada di sini waktu itu sekitar 5 orang, cuma yang melerai cuma ada tiga orang, dua itu menjaga di depan pintu, mungkin dia tidak langsung sok mungkin karena tiba-tiba ada yang ribut," jelasnya Korban utama dicari pelaku diduga langsung menjadi sasaran pengeroyokan di depan pintu lokasi usaha. “Pas keluar, korban langsung dikeroyok di sini,” katanya. Ia mengaku ikut menjadi korban saat mencoba melerai pertikaian tersebut. “Memang bukan kami sasaran utama, tapi karena kenal sama korban jadi kami coba melerai dan akhirnya ikut terkena,” ujarnya. Akibat kejadian itu, tiga orang mengalami luka akibat pukulan. Korban utama bernama Fian mengalami luka cukup serius di bagian kepala hingga membutuhkan jahitan. “Yang kena pukulan ada tiga orang. Korban pertama yang paling fatal di kepala karena ada luka yang perlu dijahit,” jelasnya. Ia sendiri mengaku mengalami luka lebam di tangan, kaki dan area telinga. Tak hanya korban luka, sejumlah barang juga rusak dalam kejadian tersebut. Salah satu kerusakan paling parah terjadi pada jemuran yang disebut dipatahkan lalu digunakan untuk memukul korban. “Jemuran paling fatal karena dipakai untuk pengeroyokan, hasil dari pengrusakan itu,” katanya. Terkait dugaan pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras, lia mengaku belum bisa memastikan. “Saya susah identifikasi pengaruh alkohol atau tidak, cuma korban bilang ada yang tercium bau alkohol,” ucapnya. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Gowa dengan laporan dugaan pengeroyokan. Ia menyebut salah satu terduga pelaku disebut telah diamankan pihak kepolisian. “Sejauh ini sudah ada yang ditahan sementara, salah satu pelaku yang memulai,” ungkapnya. Meski insiden tersebut terjadi di lokasi usaha mereka, pihaknya memastikan aktivitas penyewaan alat outdoor tetap berjalan normal. “Ini masalah personal, bukan keterlibatan pribadi dari kami. Jadi usaha tetap berjalan seperti biasa,” pungkasnya. Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli Narator: Rasni Gani Editor Video: Ahmad Faiz Faqih (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur

Related Videos

More videos from Tribun Timur