Gubernur Dedi Mulyadi Bantu Gereja yang Terancam Disita Bank, Salut! #dedimulyadi
Aug 10, 2025•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published10 months ago
Duration4:35
Video IDCA8EPju56uc
Languageen-US
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views31
Likes0
Comments0
Engagement Rate0.00%
Likes per 100 views0.00
Comments per 1K views0.00
Video Tags
#asupan info#nyi hyang dedi mulyadi#egi dan kang dedi mulyadi#gubernur jawa barat#dedi mulyadi#dedi mulyadi terbaru 2025 hari ini#dedi mulyadi marah#dedi mulyadi podcast#dedi mulyadi channel#dedi mulyadi menangis#dedi mulyadi telepon anak#dedi mulyadi tukang sapu#dedi mulyadi pasar#dedi mulyadi prabowo#gereja cianjur#dedi mulyadi bantu gereja#umat kristiani
Description
Gubernur Dedi Mulyadi Bantu Gereja yang Terancam Disita Bank, Salut! #dedimulyadi
Di balik sikapnya yang tegas dan berwibawa, ternyata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi punya hati yang penuh empati. Baru-baru ini, ia bertemu langsung dengan seorang pendeta di Cianjur yang tak kuasa menahan tangis saat meminta bantuan.
Pendeta tersebut, bernama Paripurna Simatupang, bercerita bahwa gereja tempat ia melayani jemaat kini berada di ujung tanduk. Tanah gereja dijadikan jaminan di Bank Perkreditan Rakyat, namun karena suatu alasan, cicilan utang macet. Jumlahnya pun tidak main-main—mencapai Rp 6 miliar.
Dalam video yang diunggah Dedi ke media sosial, terlihat jelas pendeta Simatupang beberapa kali menyeka air mata, bahkan sempat menunduk di bahu Dedi sambil menceritakan permasalahannya. Jika tidak segera dibayar, pihak bank akan menyita tanah dan bangunan gereja tersebut.
Dedi yang mendengar cerita itu langsung mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, jika gereja sampai disita, proses membangun kembali akan jauh lebih mahal dan rumit—mulai dari membeli tanah baru, mengurus izin, hingga potensi konflik lingkungan. Apalagi lokasi ini ada di Cianjur, yang punya dinamika sosial sendiri.
Daripada membangun gereja baru dari nol, Dedi menilai jauh lebih bijak melunasi tunggakan tersebut. Karena itu, ia pun siap turun tangan mencari jalan keluar. “Saya akan hubungi teman-teman pengusaha Kristen untuk patungan membantu membayar utang ini, supaya gerejanya tetap berdiri dan bank juga terlunasi,” ujarnya.
Tak hanya itu, Dedi juga berencana menemui pihak pengadilan untuk meminta penundaan proses penyitaan. Ia ingin memastikan ibadah jemaat tetap berjalan normal sambil menggalang dana dari pengusaha dan jemaat Kristiani.
“Tugas saya memfasilitasi, kita selamatkan gereja ini,” tegasnya. Sikap ini tentu menuai banyak apresiasi—mengingat Dedi menunjukkan bahwa pemimpin sejati bukan hanya melayani satu kelompok, tapi merangkul semua warganya tanpa membedakan latar belakang. Salut untuk Pak Gub!