Lautan Umat Buddha Iringi Kirab Waisak, Angkat Nilai Kebijaksanaan dan Cinta Kasih

May 31, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published1 month ago
Duration3:02
Video IDDmOvtSp5hoY
Languageid
CategoryEducation
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views7
Likes0
Comments0
Engagement Rate0.00%
Likes per 100 views0.00
Comments per 1K views0.00

Description

MUNGKID - Puluhan ribu umat Buddha mengikuti kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE, Minggu (31/5/2026). Kirab ini tidak sekadar berjalan kaki, melainkan sebagai suatu proses meditasi dan sarat akan nilai kebijaksaan serta cinta kasih. Sejak pagi hari, kawasan Candi Mendut dipenuhi umat berpakaian putih, biksu, serta rombongan dari berbagai majelis Buddhis. Mereka membaca paritta, mantra, dan sutra terlebih dahulu di altar utama. Tepat pukul 10.00, kirab mulai bergerak perlahan. Kirab dimulai dengan berjalan menyusuri Jalan Mayor Kusen, melewati simpang tugu Soekarno-Hatta menuju Jalan Bala Putera Dewa, dan masuk ke kompleks Candi Borobudur melalui pintu 7. Kirab ini dilakukan untuk mengiringi api dharma dan air berkah yang sebelumnya telah disakralkan di Candi Mendut. Selain itu, terdapat sejumlah mobil hias dan personel marching band. Lalu, disusul oleh pembawa bendera, hasil bumi, para biksu, hingga umat Buddha. Sembari berjalan, mereka kompak membawa bunga sedap malam. Sejumlah biksu yang menaiki mobil hias pun turut memercikkan air dharma atau proses blessing. Momentum yang hanya berlangsung satu kali dalam setahun ini berubah menjadi tontonan yang menyedot perhatian warga. Perwakilan Majelis Mahayana Tanah Suci Indonesia, Bhikkhu Dwiwiya Savhira menjelaskan, kirab tersebut bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan simbol perjalanan hidup manusia yang penuh liku. Api dharma yang dibawa melambangkan cahaya kebijaksanaan agar mengetahui hal yang baik dan buruk. Sementara air berkah diambil dari sumber mata air Jumprit sebagai simbol kehidupan. Melambangkan cinta kasih dan kerendahan hati. "Dalam hidup, manusia membutuhkan cahaya dan cinta kasih. Tanpa itu, hidup tidak akan damai," paparnya. Video : Naila Nihayah/RADAR JOGJA 𝗕𝗮𝗰𝗮 𝗦𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶: 𝗵𝘁𝘁𝗽𝘀://𝗿𝗮𝗱𝗮𝗿𝗷𝗼𝗴𝗷𝗮.𝗷𝗮𝘄𝗮𝗽𝗼𝘀.𝗰𝗼𝗺/ #radarjogja #jogjakarta #jogja #beritajogja #waisak #magelang #buddha #tiktokberita . . Ikuti juga akun kami: Instagram : @radarjogja X : @radarjogja tiktok : jawaposradarjogja Website : radarjogja.jawapos.com/ . Alamat : Jl. Cendrawasih No.194 B, Manukan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55283 Radar Jogja Channel tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE.

Related Videos

More videos from Radar Jogja Channel