Renungan Harian Suara Alfa Omega - Kamis, 25 Maret 2026

Mar 25, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published2 months ago
Duration2:32
Video IDELSGfckWLyY
Languageid
CategoryNonprofits & Activism
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views423
Likes55
Comments2
Engagement Rate13.48%
Likes per 100 views13.00
Comments per 1K views4.73

Description

*_Kamis, 26 Maret 2026_* *KARENA TUHAN SAYANG* _“Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.” (2 Tawarikh 36:15)_ Tuhan berbicara kepada kita melalui banyak cara, dengan tujuan agar hidup kita seturut dengan kehendak-Nya (Ayub 33:14-18). Dalam pembacaan kita hari ini diceritakan bagaimana cinta Tuhan kepada umat-Nya, yang terus menerus memperingatkan bangsa Israel yang terus hidup dalam dosa melalui utusan-utusan-Nya agar mereka tidak mengeraskan hati dan bertobat. Namun bukannya bertobat, mereka malah menghina dan mengabaikan firman-Nya. Akibatnya bangsa Israel masuk dalam pembuangan ke Babel. Ada kesaksian nyata, ada seorang anak muda bercerita pada saya bahwa masa lalunya sangat nakal, sukar diatur. Karena sayang, orang tuanya sudah sering kali mengingatkannya, namun anak ini terus membangkang. Dia terus hidup dalam kenakalannya, yakni minum-minum hingga mabuk, balapan motor liar dan kehidupan malam lainnya. Ketika orang tuanya sudah mulai menyerah menasehati si anak untuk hidup benar dan baik; pada suatu saat, Pk. 02.00 dini hari; anak ini saat membonceng temannya, menabrak mobil yang sedang parkir; akibatnya kepalanya sobek dan tidak sadarkan diri. Begitu banyak darah yang keluar dari kepalanya. Dia dan temannya tergeletak di pinggir jalan kurang lebih 2 jam tanpa ada yang yang menolong dan bahkan sudah dianggap meninggal. Oleh kemurahan Tuhan, anak ini masih di beri waktu untuk hidup. Dari pengalaman, yang ia sebut sebagai teguran Tuhan, si anak bertobat, tidak lagi hidup dalam kehidupan malam yang penuh ketidakbenaran tersebut. Demikian pula Tuhan kita, layaknya seorang Bapa terhadap kita; Dia terus mengingatkan kita dengan berbagai macam cara agar kita tidak sampai binasa, karena saying-Nya yang begitu besar. Mari, saat kita diperingatkan-Nya, jangan keraskan hati! Segera responi firman-Nya, bertobatlah agar kita tidak masuk dalam kesengsaraan kekal. (SL-01) _*Doa:* Bapa, terima kasih buat kasih saying-Mu pada kami; di mana Engkau tidak menghendaki kami binasa dengan terus menerus mengingatkan kami untuk hidup dalam Kebenaran. Kami berjanji untuk mau senantiasa hidup sesuai kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin_

Related Videos

More videos from GBT KAO Semarang