Hanya Bisa Dikenang, Mobil Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh Dibalik Perlawanan Iran
Apr 3, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published2 months ago
Duration2:16
Video IDEfJKY3rn2_k
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views87
Likes0
Comments0
Engagement Rate0.00%
Likes per 100 views0.00
Comments per 1K views0.00
Description
#tribuntimur #tribunviral
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Hanya Bisa Dikenang, Mobil Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh Dibalik Perlawanan Iran
TRIBUN-TIMUR.COM - Sebuah sudut sunyi di Museum of Holy Defense, Teheran, menyimpan kisah yang tak pernah benar-benar selesai.
Dalam video yang direkam oleh traveler asal Indonesia, Arian Sahidi, lalu diunggah ulang oleh akun Instagram @iraninindonesia, terlihat deretan kendaraan rusak yang dipajang sebagai saksi bisu sejarah konflik dan pengorbanan di Iran.
Namun, perhatian paling kuat tertuju pada satu unit mobil sedan yang berdiri di balik kaca pelindung.
Bodi mobil itu tak lagi utuh.
Kacanya berlubang.
Pintu dan rangkanya dipenuhi bekas tembakan.
Tak ada lagi jejak darah yang tampak, tetapi suasana di sekelilingnya terasa bera—hening, dingin, dan seolah masih menyimpan dentuman tragedi yang pernah terjadi.
Mobil tersebut bukan kendaraan biasa.
Itu adalah mobil milik Dr. Mohsen Fakhrizadeh, sosok penting dalam program nuklir Iran yang tewas dalam serangan mematikan pada November 2020.
Nama Fakhrizadeh dikenal luas sebagai salah satu ilmuwan paling berpengaruh di balik perkembangan riset nuklir Iran.
Di saat yang sama, ia juga disebut sebagai salah satu figur yang paling banyak diburu dalam peta konflik geopolitik Timur Tengah.
Bukan hanya ilmuwan, Mohsen Fakhrizadeh juga diketahui merupakan seorang brigadir jenderal dalam Korps Garda Revolusioner Islam (IRGC) serta pejabat senior dalam program strategis pertahanan Iran.
Ia juga pernah mengajar fisika di Universitas Imam Hussein, Teheran.
Pada tahun 2007, sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB bahkan mengidentifikasikannya sebagai ilmuwan senior di bawah Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran, sekaligus mantan kepala Pusat Riset Fisika di Lavizan-Shian.(*)
Editor Video: A. Syahrul Khair
Narator: Nur Fajriani R
Naskah: Nur Fajriani R
Sumber: YT ILUSTRASI - Balcon Street / IG - Sahidin_arian / Wikipedia
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111
Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur