Anjungan Pasangkayu Kian Memprihatinkan, Tanggul Jebol dan Lantai Berlubang Ancam Keselamatan Warga
Mar 4, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published2 months ago
Duration1:11
Video IDEllV-wiQnuk
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short
Performance Metrics
Views624
Likes4
Comments0
Engagement Rate0.64%
Likes per 100 views0.64
Comments per 1K views0.00
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Kondisi anjungan Pasangkayu di Jalan Moh Hatta, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, kian memprihatinkan.
Pantauan TribunSulbar.com, Rabu (4/3/2026), tampak bagian tanggul penahan ombak di sisi anjungan jebol.
Batu-batu penahan yang sebelumnya tersusun rapi kini terlihat berantakan dan sebagian tembus dihantam ombak.
Saat air pasang, gelombang laut dengan mudah menerpa area anjungan tanpa penghalang yang memadai.
Tak hanya itu, kondisi lantai anjungan juga mengalami kerusakan cukup parah. Terlihat lubang menganga sepanjang kurang lebih tujuh meter di beberapa titik.
Retakan memanjang sekitar sepuluh meter pun tampak jelas membelah permukaan lantai beton.
Beberapa bagian bahkan terlihat rapuh dan rawan ambles jika terus tergerus air laut.
Lubang-lubang tersebut kini dipenuhi sampah, mulai dari plastik, kayu, hingga sisa-sisa meja dan kursi milik pedagang yang rusak diterpa cuaca dan gelombang.
Pemandangan ini tak hanya merusak estetika kawasan yang selama ini menjadi salah satu ruang publik favorit warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pengunjung.
Kondisi ini semakin berbahaya saat musim ombak besar. Air laut kerap tembus masuk hingga ke area anjungan, menggenangi sebagian lantai dan membuat permukaan menjadi licin.
Situasi tersebut tentu berisiko bagi anak-anak yang bermain maupun warga yang bersantai di sekitar lokasi.
Keresahan ini dirasakan langsung oleh para pedagang yang menggantungkan penghasilan di sekitar anjungan.
Salah satunya Bayu, pemilik warung kopi di pinggir anjungan. Ia mengaku semakin khawatir setiap kali musim ombak tiba.
“Kalau ombak besar, air sudah sampai ke lapak. Kadang masuk sampai ke dalam. Kami takut kalau terus begini, bangunan bisa tambah rusak,” ujarnya.
Menurut Bayu, persoalan kerusakan tanggul dan lantai anjungan ini sudah berlangsung bertahun-tahun.
Namun hingga kini, belum terlihat adanya perbaikan menyeluruh. Ia menilai kondisi tersebut seolah dibiarkan tanpa penanganan serius, padahal anjungan merupakan salah satu ikon dan pusat aktivitas masyarakat Pasangkayu.
Selain berdampak pada pedagang, Bayu juga mengkhawatirkan keselamatan anak-anak yang kerap bermain sepeda atau berlarian di atas anjungan.
Lantai yang berlubang dan retak berpotensi mencelakai jika tidak segera diperbaiki.
“Takutnya ada anak kecil jatuh ke lubang. Apalagi kalau malam, penerangan juga terbatas,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan tanggul serta rehabilitasi lantai anjungan sebelum kerusakan semakin parah.
Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin sebagian struktur anjungan akan semakin terkikis oleh gelombang laut.
Anjungan Pasangkayu selama ini menjadi ruang terbuka bagi warga untuk bersantai, berolahraga, hingga menikmati matahari terbenam.
Dengan kondisi yang kian memprihatinkan, masyarakat khawatir kawasan tersebut tak lagi aman dan nyaman untuk dikunjungi.
Bayu dan pedagang lainnya sangat berharap ada perhatian serius agar anjungan kembali layak digunakan dan menjadi kebanggaan warga Pasangkayu, bukan justru menjadi sumber kekhawatiran setiap kali ombak datang menghantam.(*)
Editor Video: Indra Mahendra
Sumber: tribunsulbar.com
Naskah & Video: Taufan