Ijazah Rismon Dituding Palsu oleh Ketua Relawan Jokowi, Pertanyakan Kemampuan Berbahasa Jepang

Mar 8, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published2 months ago
Duration4:08
Video IDEstNePuK3Y8
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views152
Likes1
Comments1
Engagement Rate1.32%
Likes per 100 views0.66
Comments per 1K views6.58

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM – Ketua Joman Nusantara Bersatu, Andi Azwan, mengaku heran karena Rismon Sianipar dianggap tak mampu berbahasa Jepang. Andi menilai ada kejanggalan serius terkait latar belakang pendidikan Rismon, yang selama ini dikenal aktif mempertanyakan ijazah orang lain. Seperti diketahui, Rismon adalah ahli forensik digital yang menjadi saksi ahli pihak penggugat dalam gugatan Citizen Lawsuit terkait keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pengadilan Negeri Solo. Sosok Rismon diketahui melanjutkan studi di Universitas Yamaguchi Jepang. “Yang lebih menarik ia tidak mengerti Bahasa Jepang sama sekali. Kalau mendapat beasiswa ke Jepang biasanya S2 plus S3. Minimal pasti dia harus bisa Bahasa Jepang yang standar SD N5 atau N4. Bahasa sehari-hari yang harus ia gunakan untuk bersosialisasi. Kenyataannya tidak,” ungkap Andi saat ditemui di kediaman Mantan Presiden Jokowi, Jumat (6/3/2026). Dugaan Pemalsuan Ijazah dan Drop Out Andi menuding ijazah Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar kemungkinan palsu. Ia juga menduga Rismon drop out dari Yamaguchi Daigaku dan memalsukan kematian untuk menghindari pembayaran uang pengganti. “Diduga dia di-DO di sana. Ada dugaan karena tidak bisa membayar uang pengganti. Namanya beasiswa kan kalau gagal dalam studi kita harus mengganti uang yang kita terima. Dugaannya membuat surat kematian. Dia terdaftar di Monbukagakusho tapi tidak lulus,” jelasnya. Kritik Andi terhadap Rismon Andi menyoroti sikap Rismon yang kerap mempertanyakan ijazah orang lain. Menurutnya, sebelum mengkritik pihak lain, sebaiknya Rismon memeriksa keaslian ijazahnya sendiri. “Kalau ingin mengulak-alik ijazah seseorang mustinya kita bertanya kamu punya ijazah tidak. Selama ini publik terkecoh dengan gaya ini. Padahal mereka semua bermasalah,” ungkapnya. Bukti dan Investigasi Sedang Berjalan Menurut Andi, kejanggalan pada ijazah Rismon sudah terlihat sejak beberapa bulan lalu. Ia pun melaporkan dugaan pemalsuan ijazah ke Polda Metro Jaya pada 13 Februari 2026. “Itulah akhirnya 7 bulan yang lalu melihat kejanggalan di salah satu stasiun TV melihat kejanggalan ijazah dari Rismon yang saya tampilkan,” katanya. Saat ini, pihaknya tengah mengumpulkan bukti tambahan dan membandingkan ijazah Rismon dengan lulusan Universitas Yamaguchi. “Kita berkorespondensi teman-teman di Jepang. Ijazah Rismon diduga palsu. Yamaguchi Daigaku Teknik Elektro. Tapi itu tidak ada kita temukan,” tambah Andi. Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Di Solo, Ketua Relawan Jokowi Tuding Ijazah Rismon Palsu, Pertanyakan Kemampuan Berbahasa Jepang, https://solo.tribunnews.com/solo/337714/di-solo-ketua-relawan-jokowi-tuding-ijazah-rismon-palsu-pertanyakan-kemampuan-berbahasa-jepang. Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas Editor Video: Anggraini Puspasari Uploader: Ghozi LuthfiRomadhon

Related Videos

More videos from TRIBUNWOW OFFICIAL