Gemetar Melihat Sahabat Bersimbah Darah, Detik-detik Penyelamatan Korban di Jembatan SP II Tarempa

Jul 10, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published1 week ago
Duration1:40
Video IDGVxBZMcewmc
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views5.1K
Likes20
Comments0
Engagement Rate0.39%
Likes per 100 views0.39
Comments per 1K views0.00

Description

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jembatan Selayang Pandang (SP) II Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada Rabu (8/7/2026) sore, masih membekas dalam ingatan Nevil, warga Desa Tarempa Barat. Nevil menjadi orang pertama yang memberikan pertolongan kepada korban, Yohannes Jopi (19), warga Desa Mengkait, Kecamatan Siantan Selatan, sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Tarempa. Kepada TribunBatam.id, Nevil menceritakan, sore itu dirinya baru saja pulang bermain biliar di kawasan Masjid Agung Baitul Ma'mur Tarempa. Saat melintasi Jembatan SP II, suasana jalan masih cukup sepi. Dari kejauhan, ia melihat seseorang tergeletak di atas aspal. Tubuh korban terlentang tanpa daya, sementara bercak darah tampak menggenangi bagian kepala hingga mengalir ke permukaan jalan. "Waktu itu saya melintas Jembatan SP II baru pulang main biliar. Dari jauh saya lihat ada orang terlentang penuh darah. Spontan saya langsung berhenti dan bantu. Saat itu memang masih sepi," ujar Nevil, Jumat (10/7/2026). Saat didekati, korban ternyata masih menunjukkan tanda-tanda kesadaran. Jopi beberapa kali berusaha mengangkat tubuhnya untuk berdiri, namun tenaganya tidak lagi sanggup menopang badan yang sudah kehilangan banyak darah. Setiap kali mencoba bangkit, tubuh korban kembali roboh ke aspal. Darah terus mengucur dari bagian keningnya, membuat wajahnya nyaris tak bisa dikenali. Melihat kondisi itu, Nevil berusaha menenangkan korban agar tidak banyak bergerak. Dengan tangan seadanya, ia mengusap darah yang terus mengalir dari wajah Jopi sambil menunggu bantuan datang. "Saya tenangkan dulu korbannya. Saya sempat mengelap darah yang keluar dari keningnya. Tulang di bagian kening seperti retak dan masuk ke dalam," katanya. Pemandangan tersebut membuat Nevil tidak kuasa menahan rasa takut. Ia mengaku tubuhnya gemetar karena melihat begitu banyak darah yang mengalir dari kepala korban. Bibir Jopi yang robek semakin membuat suasana terasa mencekam. "Saya sempat gemetaran, bahkan rasanya mau muntah. Memang saya tidak tahan lihat darah. Tapi mau bagaimana lagi, saya paksa diri karena niatnya cuma satu, ingin membantu korban," tuturnya. Seiring berjalannya waktu, kondisi Jopi semakin melemah. Korban hanya setengah sadar, napasnya pelan, sementara kedua bola matanya tampak membesar sehingga membuat Nevil semakin khawatir. Meski diliputi rasa panik, Nevil tetap berusaha mendampingi korban sambil meminta bantuan warga yang mulai berdatangan ke lokasi kejadian. "Orang-orang mulai ramai datang, tapi kebanyakan hanya melihat. Saya minta mereka hentikan mobil yang lewat. Kebetulan ada mobil melintas, langsung kami hentikan dan korban segera dibawa ke RSUD Tarempa," ujarnya. Nevil mengaku baru mengetahui identitas korban sekitar satu jam setelah Jopi mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Saat pertama menemukan korban, ia sama sekali tidak mengenali wajah sahabatnya itu karena dipenuhi darah. "Saya kira korbannya orang lain. Mukanya sudah penuh darah, jadi tidak kenal. Baru sekitar satu jam setelah di RSUD saya tahu ternyata itu Jopi, rupanya kawan sendiri," ungkapnya. Menurut Nevil, Jopi merupakan sosok pemuda yang dikenal ramah, mudah bergaul, dan hampir selalu melempar candaan kepada orang-orang di sekitarnya. Sebagai penjual es batu, Nevil juga cukup akrab dengan Jopi yang kerap datang membeli es untuk keperluan melaut. Ia berharap sahabatnya itu segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. "Saya cuma berharap Jopi cepat sembuh, bisa berkumpul lagi dengan keluarga dan teman-temannya. Semoga dia diberi kekuatan untuk melewati semua ini," tutup Nevil. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)

Related Videos

More videos from TribunbatamID