BERSIAP!! TNI SIAPKAN DERMAGA KAPAL INDUK + 500 AWAK KHUSUS || CHINA KRITIK PERJANJIAN DAGANG RI AS
Feb 25, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published3 months ago
Duration8:41
Video IDH1glM1CWGu8
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views31.2K
Likes1.5K
Comments334
Engagement Rate5.92%
Likes per 100 views4.85
Comments per 1K views10.69
Video Tags
#tni al#kapal induk indonesia#its giuseppe garibaldi#dermaga kapal induk#pangkalan militer indonesia#koarmada ii surabaya#koarmada i jakarta#blue water navy indonesia#laksda tni yayan sofiyan#500 kru kapal induk#militer indonesia terbaru#geopolitik indonesia 2026#perjanjian dagang indonesia amerika#pasal 5.1#china sorot ri as#mao ning china#tarif 0 persen amerika#semikonduktor indonesia#sawit indonesia ekspor as#update geopolitik asia pasifik
Description
BERSIAP!! TNI SIAPKAN DERMAGA KAPAL INDUK + 500 AWAK KHUSUS || CHINA KRITIK PERJANJIAN DAGANG RI AS
OKeh 2 kabar mantapp,,
Pada 25 Februari 2026 di Jakarta, dalam diskusi Indonesia’s Blue Water Transition, Asisten Operasi KSAL Laksda TNI Yayan Sofiyan mengungkap bahwa TNI AL kini tengah memetakan kesiapan dermaga dan pangkalan militer untuk menyambut calon kapal induk Indonesia, ITS Giuseppe Garibaldi.
Kapal berbobot 13.000 ton dan panjang hampir 180 meter ini bukan sekadar kapal perang biasa. Ia adalah pangkalan udara terapung! Artinya, bukan cuma soal sandar… tapi soal kedalaman dermaga, logistik 500+ kru, keamanan, hingga kemampuan flight deck management dan integrasi tempur laut-udara.
Surabaya? Jakarta? Atau bangun pangkalan baru? Kita kupas tuntas semua skenarionya!
Belum selesai… kabar kedua tak kalah panas!
China melalui juru bicara Kemlu Mao Ning pada 24 Februari 2026 menyorot Pasal 5.1 dalam perjanjian dagang Indonesia–Amerika. Klausul ini memungkinkan Indonesia mengadopsi pembatasan impor setara jika AS menerapkan restriksi terhadap negara ketiga.
Pesannya jelas: kerja sama ekonomi jangan sampai merugikan pihak lain.
Di sisi lain, Amerika membuka 1.819 pos tarif jadi 0 persen — dari sawit, kopi, kakao, hingga semikonduktor. Tapi ada syarat: bahan baku tertentu harus dibeli dari AS.
Apakah ini strategi cerdas atau langkah berisiko di tengah rivalitas AS–China?
Tulis opini kalian di kolom komentar...