SAKSI KATA: Kios Jajanan dan Rumah Kontrakan di Jalan Cumi-Cumi Pinrang Ludes Terbakar
Jul 11, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published4 days ago
Duration8:54
Video IDHowP2knB8i4
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views428
Likes3
Comments0
Engagement Rate0.70%
Likes per 100 views0.70
Comments per 1K views0.00
Description
#tribuntimur #tribunviral #saksikata #kiosjajanan #rumahkontrakan #jalancumicumi #pinrang #ludes
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG — Satu unit rumah kontrakan yang dilengkapi kios jajanan anak sekolah di Jalan Cumi-Cumi ludes terbakar.
Peristiwa kebakaran hebat tersebut terjadi di Kelurahan Penrang, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Insiden yang menggegerkan warga setempat itu terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.30 Wita, usai salat Jumat (10/7/2026).
Jalan Cumi-cumi atau lorong cumi-cumi sendiri merupakan kawasan padat penduduk.
Dari pantauan, kepulan asap hitam membumbung tinggi menjadi tontonan warga di Jalan Gabus.
Warga kemudian mengangkat kulkas dan lemari jualannya atas peristiwa itu.
Lurah Penrang, Asrul B Pandita mengatakan warga baru pulang dari masjid saat kebakaran itu terjadi.
"Warga baru pulang dari masjid ketika ada laporan terjadi kebakaran di Jalan Cumi-Cumi," kata Asrul B Panrita, kepada Tribun-Timur.com di Kantornya usai membuat laporan kebakaran tersebut.
Asrul menyebutkan kobaran api pertama kali diketahui dari adanya kepulan asap hitam di dalam kamar.
"Kondisi korban saat kejadian mendapatkan informasi dari tetangga karena ada asap hitam mengepul," ucap Asrul.
Rumah semi permanen tersebut dihuni oleh seorang ibu bersama satu orang anaknya yang masih kecil.
"Di dalam rumah tersebut hanya ada dua orang, yaitu seorang ibu dan anaknya," tutur Asrul.
Penghuni rumah kontrakan tersebut diidentifikasi bernama Jasmiati (41) dan anaknya yang berumur lima tahun.
"Namanya Ibu Jasmiati dan anaknya yang masih kecil sekitar umur 5 atau 6 tahunan," ujar Asrul.
Saat peristiwa kebakaran itu terjadi, Jasmiati bersama sang anak sedang berada di luar rumah.
Hal tersebut membuat korban tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga serta dokumen penting miliknya.
"Mereka tidak sempat masuk lagi ke rumah untuk menyelamatkan surat-surat atau barang berharga," jelas Asrul.
Jasmiati diketahui baru menempati rumah kontrakan tersebut selama satu bulan untuk tempat tinggal.
"Ibu Jasmiati baru mengontrak di sana sekitar sebulan yang lalu untuk tempat tinggal," ungkap Asrul.
Selain tempat tinggal, korban juga memanfaatkan bagian depan rumah untuk membuka kios jualan jajanan.
"Di bagian depan rumahnya terdapat kios jajanan anak sekolah yang ia gunakan untuk berjualan," tambah Asrul.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran yang menghanguskan rumah kontrakan tersebut.
Namun kerugian materiil akibat kebakaran ditaksir mencapai total Rp80 juta dari dua pihak.
"Untuk taksiran sementara bagi pihak pengontrak sekitar Rp20 juta," kata Lurah Penrang tersebut.
Sementara kerugian untuk pemilik rumah yang berada di Jalan Monginsidi ditaksir mencapai Rp60 juta.
"Sedangkan untuk pemilik rumah yang tinggal di Monginsidi taksirannya sekitar Rp60 juta meliputi kerusakan bentuk bangunan," imbuh Asrul.
Pihak kelurahan memastikan akan membantu korban untuk mengurus kembali dokumen kependudukan yang terbakar.
"Hari Senin kami akan menghubungi yang bersangkutan untuk diantar ke Dinas Dukcapil," kunci Asrul.
Komandan Regu Damkar Puskota Pinrang, Muharam Waris menyebut laporan kebakaran diterima melalui nomor pribadi.
"Laporan yang kita terima semuanya melalui jalur pribadi, nomor pribadi anggota," kata Muharam Waris.
Petugas pemadam kebakaran langsung mengerahkan tiga unit armada ke lokasi setelah menerima laporan.
"Kita berangkatkan dua armada dari Puskota dan satu armada dari Pos Metro Bulu," ucap Muharam.
Sebanyak 24 personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api di lokasi kejadian tersebut.
"Kalau personel di Puskota ada 18 anggota, dan di Metro Bulu ada 6 anggota," tutur Muharam.
Dari dugaan sementara, Muharam menduga penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah semi permanen itu akibat korsleting listrik.
"Dugaan sementara dari anggota adalah korsleting listrik karena struktur api di bagian tengah," ujar Muharam.
Reporter: Moh Faizal Lupphy S.
Editor Video : Sanovra J. R
Narator : Rasni Gani
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111
Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur