The Holy Night of Selikuran
Jan 9, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published5 months ago
Duration19:41
Video IDHsA9nyWR2yo
Languageid
CategoryScience & Technology
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views123
Likes5
Comments0
Engagement Rate4.07%
Likes per 100 views4.07
Comments per 1K views0.00
Description
Film ini mengisahkan tradisi Malam Selikuran di Surakarta, sebuah ritual pada malam ke-21 Ramadan yang merefleksikan upaya Walisongo dalam mengharmonikan ajaran Islam dengan budaya Jawa. Dahulu prosesi dilakukan melalui perjalanan dari Keraton menuju Masjid Agung, namun sejak masa Pakubuwono X rutenya berubah menuju Taman Sriwedari sebagai ruang perayaan dan penggerak ekonomi rakyat. Tradisi ini diiringi lantunan doa dan pembagian 1000 tumpeng yang merepresentasikan makna Lailatul Qadr sebagai “malam seribu bulan.” Dokumenter ini menyoroti nilai spiritual, sosial, dan historis yang terkandung dalam prosesi tersebut. Melalui praktik yang terus dipertahankan, Malam Selikuran menunjukkan bahwa tradisi budaya dan agama dapat berjalan selaras dan membentuk identitas masyarakat Surakarta.
This film tells the story of the Malam Selikuran tradition in Surakarta, a ritual on the 21st night of Ramadan that reflects the efforts of the Walisongo to harmonize Islamic teachings with Javanese culture. In the past, the procession was carried out by traveling from the palace to the Grand Mosque, but since the reign of Pakubuwono X, the route has changed to Taman Sriwedari as a space for celebration and economic activity for the people. This tradition is accompanied by prayers and the distribution of 1,000 tumpeng, representing the meaning of Lailatul Qadr as “the night of a thousand months.” This documentary highlights the spiritual, social, and historical values contained in the procession. Through practices that continue to be preserved, Malam Selikuran shows that cultural and religious traditions can coexist harmoniously and shape the identity of the people of Surakarta.
Kreator: Dr. Deniawan Tommy Chandra Wijaya, S.Sos., M.I.Kom.; Dinda Intan Aghniya, A.Md.I.Kom.; Kharissa Herawati, A.Md.I.Kom.; Rangga Prasetyo, A.Md.I.Kom.; Muhammad Farrel Arva, A.Md.I.Kom.
The Holy Night of Selikuran merupakan karya audiovisual yang terpilih dalam Program Akuisisi Pengetahuan Lokal 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah BRIN.
Cari tahu lebih banyak tentang Program Akuisisi Pengetahuan Lokal dengan klik tautan: https://linktr.ee/akuisisiBRIN
---------------------
Tentang BRIN
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adalah lembaga negara Republik Indonesia yang diamanatkan untuk melakukan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi. BRIN dibentuk untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional. Audio visual dengan ragam jenis yang ditayangkan di kanal YouTube BRIN diharapkan dapat membuka ruang dialog antara sivitas BRIN dengan publik.
==========
Ketahui lebih banyak tentang BRIN melalui:
Website: https://www.brin.go.id/
Twitter: https://twitter.com/brin_indonesia
Instagram: https://www.instagram.com/brin_indonesia
Facebook: https://www.facebook.com/brin.indonesia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@brin_indonesia