SAKSI KATA: Ngaku Capek Dijanji, Warga Desa Lautang Tanam Pohon Pisang di Jalan

Jul 10, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now
Tribun Timur
Tribun Timur

9.3M subscribers

View Channel

Video Overview

Video Details

Published6 days ago
Duration9:05
Video IDIFqFmoGJFZY
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views391
Likes0
Comments1
Engagement Rate0.26%
Likes per 100 views0.00
Comments per 1K views2.56

Description

#tribuntimur #tribunviral #saksikata #capekdijanji #warga #tanampohonpisang #jalanrusak #jalanan Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNTIMUR.COM, WAJO - Kepala Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, angkat suara soal permintaan maaf kepada Gubernur Sulawesi Selatan usai warga menanam pohon pisang di jalan dan viral di media sosial. Ungkapan tersebut disampaikan Kepala Desa, Rustan saat ditemui Tribun-Timur.com di kediamannya, Desa Lautang, Poros Anabanua-Malakke, Kamis (9/7/2026) siang. "Permintaan maaf itu karena saya sudah tidak bisa membendung kekecewaan warga saat melakukan aksi tanam pohon pisang di Desa Lautang ini," ujarnya, sembari duduk di atas panrung (tempat duduk tradisional memanjang terbuat dari kayu) miliknya. "Aksi tersebut dilakukan murni atas keinginan warga Desa Lautang itu sendiri sebab sudah lama kecewa akan jalan yang tak kunjung diperbaiki," sambung Rustan. Setelah kejadian itu, ia kemudian menjalin komunikasi dengan Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Sufriadi Arif. Bahkan, setelah melakukan musyawarah mufakat beberapa tokoh masyarakat yang melakukan aksi, disetujui agar pohon yang ditanam itu dibuka. "Kami bersama tokoh masyarakat menghasilkan mufakat agar terlebih dahulu pohon yang ditanam itu dicabut kembali, dan itu kesepakatan bersama," tuturnya. Ia mengutarakan, pernyataan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman keluar setelah aksi tanam pohon pisang oleh warga. "Sebenarnya masyarakat lebih dulu tanam pohon pisang dibanding pernyataan Gubernur yang disampaikan pada HUT Kabupaten Maros, artinya bukan warga kami yang ultimatum pak Gubernur tapi kami yang diultimatum," tegasnya mengutarakan. Olehnya itu, ia berharap agar polemik jalan rusak di Desa Lautang segera dikerjakan. "Semoga Bapak Gubernur dapat merealisasikan keinginan warga, karena memang hampir tiga puluh tidak pernah tersentuh pemerintah," pintanya. Hanya saja, dilakukan perbaikan sedikit demi sedikit itupun melalui swadaya masyarakat setempat. "Swadaya dilakukan karena jalan ini sudah sangat rusak parah, semoga segera dikerjakan," tutur Rustan Di sisi lain, Asnadi warga setempat membenarkan hampir tiga puluh tahun jalan di wilayahnya tidak mendapat perhatian "Sudah lama sekali pak, terakhir itu era 80-90 an dikerjakan. Sampai sekarang tidak pernah diperhatikan," kata Asnadi dengan sweter berwarna abu tua ditemui di depan rumahnya, hari ini. "Sempat diaspal tapi sudah lama sekali," tambahnya. Akibatnya, jalan rusak saat cuaca hujan sangat menghambat aktivitas warga. "Parah kalau hujan, tergenang air dan motor itu susah lewat," ucapnya. Sehingga, harapan besar masyarakat agar kiranya jalan tersebut diperbaiki. "Secara umum memang katanya segera diperbaiki tapi kami tidak mau dijanji lagi, kami capek," sebutnya Tak sampai di situ, apabila aspirasi kali ini tidak didengarkan maka besar kemungkinan masyarakat akan kembali melakukan aksi serupa bahkan lebih besar. "Saya dengar begitu, kalau tidak dikerjakan lagi maka sepakat untuk aksi lagi," tandasnya Reporter : M.Jabal Qubais Editor Video : Sanovra J. R Narator : Rasni Gani (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur

Related Videos

More videos from Tribun Timur