Rakor MBG di Rembang, Bupati Harno Tegaskan Tak Boleh Ada Makanan Basi dan Harga Harus Transparan
Mar 5, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published4 months ago
Duration2:47
Video IDIe44iJpboP0
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short
Performance Metrics
Views63
Likes3
Comments0
Engagement Rate4.76%
Likes per 100 views4.76
Comments per 1K views0.00
Description
Rembang, nurfmrembang.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama SPPI dan SPPG se-Kabupaten Rembang di Rumah Dinas Bupati Rembang, Senin (2/3/2026). Rakor ini bertujuan memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal, sesuai standar kualitas, serta responsif terhadap berbagai masukan masyarakat.
Bupati Rembang, Harno, menegaskan pentingnya menjaga kualitas layanan dalam pelaksanaan program tersebut. Ia meminta seluruh pihak memastikan makanan yang disajikan layak konsumsi dan tidak basi, serta nilai anggaran menyesuaikan kondisi harga pasar.
“Program ini harus dijaga dengan baik. Jangan sampai ada makanan basi. Kemudian terkait nilai, harus sesuai. Porsi besar Rp10.000, porsi kecil Rp8.000. Kalau harga pasar naik, ya disesuaikan, karena kondisi pasar itu dinamis,” tegasnya.
Menurutnya, evaluasi harus terus dilakukan agar pelaksanaan MBG tetap sesuai standar dan mampu menjawab kritik maupun saran dari masyarakat, termasuk terkait menu yang dinilai kurang tepat.
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, menyampaikan bahwa seluruh kepala SPPG merupakan bagian dari aparat pemerintah sehingga memiliki tanggung jawab lebih dalam memastikan program berjalan optimal. Ia meminta kepala SPPG aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.
“Karena panjenengan semua ini aparat pemerintah, maka harus bisa menjadi penghubung utama. Program ini luar biasa, baik dari sisi perhatian maupun anggaran, sehingga membutuhkan pengelolaan yang serius dan terkoordinasi,” ujarnya.
Gus Hanies juga menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) secara disiplin untuk menghindari kesalahpahaman dalam pelaksanaan teknis di lapangan.
Selain itu, ia mendorong terbentuknya ekosistem pangan dan bisnis yang sehat di setiap wilayah SPPG agar program tidak hanya berjalan administratif, tetapi juga berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar.
Terkait dinamika informasi di media sosial, pihaknya mengimbau agar seluruh pihak menyikapinya secara bijak dan meluruskan informasi yang kurang tepat melalui komunikasi konstruktif.
Sementara itu, Anggota DPRD Rembang, Puji Santoso, mengapresiasi langkah Pemkab yang membuka ruang koordinasi dengan pelaksana di lapangan. Ia menilai keterlibatan semua pihak penting untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan.
Puji juga menekankan pentingnya transparansi harga dan porsi makanan agar masyarakat memahami besaran anggaran yang digunakan. Ia menyebutkan, porsi besar untuk siswa kelas 4-6 SD hingga SMP dan SMA ditetapkan Rp10.000, sedangkan porsi kecil Rp8.000.
Melalui rakor tersebut, Pemkab berharap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Rembang semakin tertib, berkualitas, serta mampu memberikan manfaat optimal bagi pemenuhan gizi peserta didik. (ABA/AH)
Mari dukung channel ini selalu, cukup dengan klik Subscribe dan jangan lupa Bunyikan Lonceng, serta like video ini!
Follow Sosial Media Radio NUR FM Rembang:
YouTube : https://s.id/Fcqyc
Facebook: https://fb.com/radionurfm.rbg
Instagram : https://www.instagram.com/nurfmrembang
Twitter : https://twitter.com/nurfmrembang
Website : https://www.nurfmrembang.com
Streaming Radio : http://live.nurfmrembang.com