Erdogan Memperingati Israel Jika Berani Menghabisi Anggota Hamas di Luar Negeri
Dec 6, 2023•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
PublishedDec 6, 2023
Duration2:49
Video IDJAFOCtda6lw
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyNot specified
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views41
Likes1
Comments1
Engagement Rate4.88%
Likes per 100 views2.44
Comments per 1K views24.39
Description
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Tel Aviv akan menanggung akibatnya di tengah laporan rencana Israel untuk membunuh anggota Hamas yang tinggal di luar Palestina.
“Jika mereka berani mengambil langkah seperti itu terhadap Turki dan rakyat Turki, mereka akan dikutuk untuk membayar harga yang tidak dapat mereka tanggung,” kata Erdogan kepada wartawan pada hari Selasa dalam penerbangan pulang dari perjalanan dua hari ke Qatar ketika ditanya tentang hal tersebut. sebuah artikel Wall Street Journal yang menyatakan bahwa Israel berencana membunuh anggota Hamas yang tinggal di luar Palestina.
“Mereka yang mencoba melakukan hal seperti itu jangan lupa bahwa konsekuensinya bisa sangat serius. Tidak ada seorang pun yang tidak menyadari kemajuan Türkiye baik di bidang intelijen maupun keamanan di seluruh dunia. Apalagi kita bukan negara yang baru berdiri,” tegasnya.
Peringatan Erdogan muncul setelah Ronen Bar, kepala dinas keamanan dalam negeri Shin Bet Israel, mengatakan bahwa Israel telah memulai rencana untuk melakukan pembunuhan yang menargetkan anggota Hamas yang berada di luar wilayah Palestina.
“Di mana pun, di Gaza, di Tepi Barat, di Lebanon, di Türkiye, di Qatar, di mana pun,” kata Bar dalam rekaman audio. “Ini akan memakan waktu beberapa tahun, tapi kami akan berada di sana untuk mewujudkannya.”
Gaza adalah milik Palestina dan siapa yang akan memerintahnya akan diputuskan oleh rakyat Palestina, kata Erdogan, mengutuk rencana Israel untuk menciptakan zona penyangga sepanjang 40 km dan lebar 12 km di Gaza.
“Hal terbaik yang bisa dilakukan Israel adalah menerima pembentukan Negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967 dan mengembalikan wilayah Palestina yang diduduki kepada pemilik sahnya,” kata Erdogan.
Menggarisbawahi masalah pembangunan kembali dan rekonstruksi di Gaza, Presiden Erdogan mengatakan, “kami akan memperkuat dialog kami dengan negara-negara Teluk untuk mencapai tujuan menyembuhkan luka saudara-saudari Palestina kami dan mendirikan Negara Palestina yang merdeka berdasarkan perjanjian tahun 1967. perbatasan."
“Kami berkata kepada mereka yang memiliki mata yang tidak melihat penindasan, mereka yang memiliki telinga yang tidak mendengar kebenaran, dan mereka yang memiliki lidah yang tidak mengatakan kebenaran: “Lihat, dengar, ucapkan kebenaran sekarang,” tambahnya.
Dalam upaya memperkuat dialog dengan negara-negara Teluk, kami akan meningkatkan keterlibatan kami dengan mereka untuk menyembuhkan luka saudara-saudari Palestina dan berupaya menuju pembentukan Negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967.