Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp 16.250, Sebut Sudah Menyesuaikan Harga Pasar

Jun 12, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now
Tribunnews
Tribunnews

15.5M subscribers

View Channel

Video Overview

Video Details

Published1 month ago
Duration9:50
Video IDK68_urjbwis
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views2.5K
Likes7
Comments36
Engagement Rate1.75%
Likes per 100 views0.29
Comments per 1K views14.67

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - pemerintah menegaskan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM nonsubsidi jenis Pertamax dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap harga pasar. Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM subsidi dan elpiji subsidi tetap dipertahankan untuk menjaga daya beli masyarakat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax merupakan konsekuensi dari perubahan harga pasar yang harus disesuaikan oleh pelaku usaha energi. Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Menurut Bahlil, kebijakan penyesuaian harga Pertamax telah melalui perhitungan yang matang dan melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan energi milik negara maupun swasta. Meski harga Pertamax mengalami kenaikan, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga pada BBM subsidi maupun elpiji subsidi. Langkah tersebut, kata Bahlil, dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga energi global. Sementara itu, Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax setelah lebih dari tiga bulan bertahan di level Rp12.300 per liter. Berdasarkan daftar harga yang berlaku mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax di wilayah DKI Jakarta naik sebesar Rp3.950 per liter, dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan ini mengakhiri periode harga Pertamax yang relatif stabil sejak 1 Maret 2026, ketika produk tersebut sebelumnya naik dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter. Selama periode Maret hingga awal Juni 2026, harga Pertamax tidak mengalami perubahan meskipun harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus berfluktuasi. Di sisi lain, beberapa produk BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex telah lebih dahulu mengalami penyesuaian harga seiring kenaikan biaya energi global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Pemerintah berharap kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, sementara penyesuaian harga BBM nonsubsidi tetap mengikuti mekanisme pasar yang berlaku. Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/06/11/20530291/bahlil-sebut-harga-pertamax-naik-menyesuaikan-harga-pasar. Program: Live Tribunnews Update Host: Putri Dwi Arrini Editor Video: Irvan Nur Prasetyo

Related Videos

More videos from Tribunnews