🔵Prabowo Pertimbangkan Evaluasi Keanggotaan RI di BoP, Termasuk Iuran dan Pengiriman Pasukan
Mar 5, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published2 months ago
Duration1:31:32
Video IDKbYPDPL3YkE
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views2.6K
Likes5
Comments2
Engagement Rate0.27%
Likes per 100 views0.19
Comments per 1K views0.76
Video Tags
Description
Prabowo Pertimbangkan Evaluasi Keanggotaan RI di BoP, Termasuk Iuran dan Pengiriman Pasukan
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu respons serius dari pemerintah Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto disebut tengah menimbang ulang posisi Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), menyusul serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke Iran sejak akhir pekan lalu.
Sinyal evaluasi itu mengemuka dalam pertemuan tertutup di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026), yang dihadiri para mantan presiden dan wakil presiden, mantan menteri luar negeri, ketua umum partai politik, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih.
Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengungkapkan, Presiden Prabowo menyatakan perlunya peninjauan ulang terhadap keanggotaan Indonesia di BoP seiring perkembangan situasi global.
“Iya (Presiden menyatakan siap mengevaluasi), dengan perkembangan-perkembangan terakhir ini, memang harus dievaluasi,” kata Hassan usai pertemuan yang berlangsung sekitar 3,5 jam.
Hassan tidak menampik bahwa opsi keluar dari BoP ikut dibahas.Menurutnya, Presiden tidak menutup mata terhadap desakan sebagian masyarakat yang meminta Indonesia menarik diri apabila lembaga tersebut dinilai tidak lagi efektif menjalankan mandatnya.
“Itu dibahas tentang bahwa perang yang terjadi sekarang itu berpotensi melemahkan kemungkinan BOP berhasil, yaitu Presiden mengatakan kita akan menilai apakah sejauh mana BOP akan tetap menjalankan misinya. Kalau tidak ya kita keluar, itu sangat jelas beliau tidak menutupi,” kata Hassan.
Selain status keanggotaan, Indonesia juga mempertimbangkan kembali kontribusinya, termasuk rencana pengiriman 8.000 personel untuk memperkuat ISF (International Stabilization Force, pasukan multinasional yang bertugas menjaga stabilitas dan keamanan wilayah konflik) di Palestina.
“Bisa potensi berhasilnya berkurang. Kita akan menilai, apakah dengan begitu kita akan terus patuh membayar. Yang kedua apakah penggelaran pasukan yang kita justru paling besar kita akan berhitung lagi,” ucapnya.
Ia menambahkan, Presiden juga berkomunikasi dengan sejumlah kepala negara, termasuk negara-negara di kawasan Teluk Persia dan anggota OKI (Organisasi Kerja Sama Islam, forum kerja sama negara-negara mayoritas Muslim), untuk membaca arah dukungan internasional.
“Dari komunikasi beliau dengan para kepala negara lain, terus juga negara-negara OKI, kesan bahwa potensi BOP berhasil, menurun. Nah menurunnya berapa, kita lihat saja dengan perkembangannya,” jelas Hassan.
Menurutnya, keputusan akhir akan sangat bergantung pada evaluasi efektivitas BoP ke depan, termasuk sejauh mana forum tersebut tetap mampu menjalankan mandat perdamaian secara konsisten.
🔵Prabowo Pertimbangkan Evaluasi Keanggotaan RI di BoP, Termasuk Iuran dan Pengiriman Pasukan
🔵Desakan Indonesia Mundur dari BoP Menguat, MPR: Prabowo Sudah Tahu
#boardofpeace #presidenindonesia #dewanperdamaian #amerikaserikat #iran #konfliktimurtengah
Editor Video: Andri Idra
Uploader:
SUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT.
Update info terkini via tribunbatam.id : http://tribunbatam.id/
Follow akun Instagram : https://www.instagram.com/tribunbatamdotcom/
Follow akun Twitter : https://twitter.com/tribunbatamku
Follow dan like fanpage Facebook : https://www.facebook.com/redaksitribunbatam