PKL CICADAS ADA SEJAK 1948! Tak Satupun Walikota Berhasil Relokasi, Kini Farhan Didorong KDM Beresin
May 14, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published4 weeks ago
Duration0:58
Video IDKydVxgdgdVM
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views10.6K
Likes62
Comments5
Engagement Rate0.63%
Likes per 100 views0.58
Comments per 1K views0.47
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store, untuk dapatkan pengalaman baru.
Deretan kios pedagang kaki lima (PKL) di trotoar kawasan Cicadas, Kota Bandung, menyimpan jejak sejarah panjang sejak zaman kolonial Belanda, tapi kini terancam dibongkar demi proyek Bus Rapid Transit (BRT). Kawasan ini bukan sekadar tempat jualan, melainkan denyut ekonomi lintas generasi yang bertahan puluhan tahun, dari tenda sederhana hingga kios semi permanen.
Ketua Persatuan PKL Cicadas, Suherman, ungkap PKL di sini sudah ada sejak 1948, dengan bentuk dan penataan berubah mengikuti zaman serta kepemimpinan Wali Kota Bandung. Kios semi permanen saat ini dibangun tahun 2019 era Wali Kota Oded M Danial dengan bantuan Telkomsel.
Sebelumnya, era Aa Tarmana, PKL pakai tenda atap biru-kuning non-knock down. Masa Dada Rosada dan Ridwan Kamil masih tenda juga. Setiap wali kota coba relokasi, tapi gagal karena tak ada lahan. Opsi Santo Yusuf batal gara-gara kepemilikan lahan dan kontrak, sementara lahan Matahari terkendala konflik. Era Oded keluar SK penataan sementara sambil cari relokasi.
Masa paling ramai sebelum COVID-19. Sejak pandemi, aktivitas sepi drastis, ditambah wacana bongkar berulang. Waktu Ridwan Kamil rencana gagal karena dekat Pilwalkot. Kini, bongkar muncul lagi demi BRT.
Tahun 2023, PKL diundang bahas BRT dan setuju penataan. Tapi tiba-tiba surat Satpol PP minta bongkar dalam 7 hari. Pedagang aktif masih boleh jualan sementara kios kosong dibongkar duluan. Suherman pastikan semua ikut aturan pemerintah kota, sambil dukung BRT asal PKL tetap diperhatikan.
Mega Mei
Hilman Kamaludin
#PKLCIcadas #ViralBandung #Farhan #KangDedi