🔴Iran Ancam Bombardir Situs Nuklir Israel, Rusia Turun Tangan, Jerman Tolak Gabung AS
Mar 7, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published3 months ago
DurationP0D
Video IDLabNpg1KKoE
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short
Performance Metrics
Views8.9K
Likes261
Comments0
Engagement Rate2.93%
Likes per 100 views2.93
Comments per 1K views0.00
Video Tags
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUNPALU.COM - Militer Iran mengancam bakal membombardir situs nuklir Israel dalam perang di Timur Tengah.
Kantor berita Iran ISNA melaporkan bahwa Iran bakal menargetkan situs nuklir Dimona jika Israel dan Amerika Serikat (AS) berupaya menggulingkan rezim yang berkuasa di Teheran.
Laporan terkait Iran mengancam bakal membombardir situs nuklir Israel itu disampaikan oleh pejabat militer Iran yang tidak mau disebutkan namanya.
Dilansir dari The Times of Israel pada Jumat (6/3), situs nuklir Dimona sejak lama diyakini sebagai lokasi pengembangan program senjata nuklir Israel.
Meski begitu Israel selama ini tidak pernah mengonfirmasi maupun membantah memiliki senjata nuklir.
Namun menurut The Times of Israel, Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev yang terletak di kota Dimona diyakini sebagai kunci program senjata nuklir Israel yang telah lama dicurigai.
Lokasi tersebut berada di wilayah Negev, bagian selatan Israel, termasuk di antara lokasi yang paling dilindungi di negara tersebut.
Sejumlah pengamanan dilakukan di area itu seperti sistem pertahanan udara yang canggih.
Sementara itu, Pemerintah Jerman tegas menolak tawaran bergabung dengan pasukan militer Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang Iran.
Jerman tidak ingin ikut campur dalam perang dan menolak mendukung upaya menggulingkan rezim Iran yang saat ini sedang berkuasa.
Kabar itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul dilansir dari TRT World pada Jumat (6/3).
"Kami juga tidak berpartisipasi dalam langkah-langkah konkret apa pun untuk perubahan rezim di negara mana pun, termasuk Iran," ucap Wadephul menambahkan.
Meski menolak menggulingkan rezim, Wadephul mengatakan Jerman tetap melakukan komunikasi dengan oposisi Iran.
Jerman juga disebut mendukung rakyat Iran dalam melawan tindakan represif dari rezim.
Namun Jerman tidak ingin mendikte masa depan politik Iran sehingga enggan mendukung upaya penggulingan kekuasaan rezim.
Di sisi lain Jerman juga mengutuk keras serangan Iran di wilayah Teluk.
Jerman mendesak agar Iran menghentikan serangannya di sejumlah wilayah Timur Tengah.
Menurut Wadephul, pemerintah Jerman bakal mengadakan konferensi pers dengan para pejabat Uni Eropa dan negara-negara Teluk, guna membahas perkembangan terkini. (Tribun-Video.com)
(Tribun-Video.com)
Host: Umi Wakhidah
Editor Video: Tegar Melani
SUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT.
Update juga berita TribunPalu.com:
Website: https://palu.tribunnews.com
Instagram : @tribun_palu
Tiktok : tribunpalu.com
Facebook : https://www.facebook.com/tribunpalunews
#tribunpalu #tribunnetwork #beritaterkini #newsupdate #iranisraelwar #iran #israel #jerman