Ketegangan di Selat Hormuz Angkatan Laut Iran Unjuk Gigi, Sita Kapal Tanker Ocean Koi

May 17, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published4 weeks ago
Duration1:08:04
Video IDLcvTOUWBHsw
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views712
Likes3
Comments0
Engagement Rate0.42%
Likes per 100 views0.42
Comments per 1K views0.00

Description

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada hari Sabtu merilis rekaman yang mendokumentasikan 'penyitaan' sebuah kapal tanker minyak yang diidentifikasi sebagai 'Ocean Koi' di Laut Oman dan penarikannya menuju pantai selatan negara itu. Lokasi dan tanggal rekaman tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen. Sebelumnya pada tanggal 8 Mei, IRGC melaporkan bahwa pasukan angkatan lautnya telah menyita 'Ocean Koi', dengan mengklaim bahwa kapal tanker tersebut berupaya "mengganggu ekspor minyak dan kepentingan nasional rakyat Iran." Mereka menuduh bahwa kapal tersebut membawa pengiriman minyak Iran dan telah memanfaatkan 'situasi regional' dengan cara yang merugikan kepentingan Iran. Pernyataan itu menambahkan bahwa angkatan laut telah "mengarahkan kapal tanker tersebut ke pantai selatan negara itu dan menyerahkannya kepada pihak berwenang kehakiman", menekankan bahwa mereka "tidak akan mentolerir pelanggar atau agresor mana pun." Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian mengkonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan menunjuk putranya, Mojtaba Khamenei, sebagai penggantinya. Teheran menanggapi dengan melancarkan serangan rudal yang menargetkan Israel dan sejumlah negara di kawasan tersebut. Pada tanggal 8 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran untuk memungkinkan negosiasi yang bertujuan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri krisis, sebelum kemudian memperpanjangnya 'sampai Teheran menyerahkan proposalnya', tanpa menentukan jangka waktu tertentu. Islamabad menjadi tuan rumah putaran negosiasi antara AS dan Iran pada 11 April, yang dimediasi oleh Pakistan, tetapi negosiasi tersebut gagal menghasilkan hasil apa pun; putaran kedua yang dijadwalkan antara kedua negara juga belum berlangsung hingga saat ini, sementara upaya diplomatik dalam hal ini terus berlanjut. Sejak saat itu, lalu lintas melalui Selat Hormuz dibatasi, sementara Angkatan Laut AS tetap memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, meskipun ada perjanjian gencatan senjata.

Related Videos

More videos from Tribun Kalteng Video