Stok Telur Melimpah Tak Laku, Peternak Parepare Terpaksa 'Pinjam Ambil' ke Pelanggan
May 14, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published1 month ago
Duration3:07
Video IDLxXfQbSpMHw
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views66
Likes0
Comments0
Engagement Rate0.00%
Likes per 100 views0.00
Comments per 1K views0.00
Video Tags
Description
#tribuntimur #tribunviral #peternak #parepare #hargatelur #anjlok #hargapakan #melejit
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE -- Harga telur tingkat peternak di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) terus anjlok dalam beberapa waktu terakhir.
Sementara biaya produksi khususnya harga pakan yang melonjak drastis. Kondisi ini menjadi beban utama yang dikeluhkan para peternak.
Seperti yang diutarakan peternak lokal bernama H Jamil saat ditemui di kandangnya yang terletak di Jalan Bambu Runcing, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare, Kamis (14/52026).
Jamil mengatakan, bahwa harga pakan konsentrat kini telah menembus angka Rp 400.000 per sak, naik signifikan dari harga sebelumnya yang hanya Rp 360.000 per sak.
Kenaikan ini juga diikuti oleh komoditas pakan pendukung lainnya. Seperti harga jagung yang sebelumnya berada di angka Rp 5.000 kini melonjak menjadi Rp 6.000 per kilogram.
Jamil mengungkapkan, kondisi berbanding terbalik terjadi pada harga jual di tingkat peternak.
Jika sebelumnya harga telur per rak bisa mencapai Rp 50.000 hingga Rp 52.000, saat ini harganya anjlok hingga ke angka Rp 38.000 sampai Rp 40.000 per rak.
Dia mengutarakan, anjloknya harga ini diperparah dengan melimpahnya stok yang tidak terserap pasar.
Untuk menghindari kerusakan barang akibat penumpukan stok di kandang, Jamil terpaksa melakukan strategi pinjam ambil kepada para pelanggannya.
Jamil membeberkan, banyak peternak mulai kehabisan modal kerja.
Dia sendiri mengaku saat ini hanya bisa mengandalkan bantuan finansial dari anak-anaknya untuk menutupi biaya operasional harian yang semakin membengkak.
Begitu juga dirasakan peternak lainnya bernama Ade mengatakan, kondisi peternak saat ini terjepit.
Dia berharap, pemerintah segera melakukan upaya stabilisasi harga telur di pasaran.(*)
REPORTER : Rachmat Ariadi
Editor Video : Sanovra J. R
Narator : Rasni Gani
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
YouTube business inquiries: 081144407111