BMKG Ungkap Fenomena Bediding, Hujan Lebat Masih Mengintai Sejumlah Wilayah
Jun 12, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published1 month ago
Duration0:06
Video IDM48H86DGeJo
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short
Performance Metrics
Views1.8K
Likes1
Comments1
Engagement Rate0.11%
Likes per 100 views0.06
Comments per 1K views0.56
Video Tags
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUNVIDEO.COM - Musim kemarau mulai menunjukkan pengaruhnya di sejumlah wilayah Indonesia melalui kemunculan fenomena bediding, yakni kondisi udara yang terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari.
Fenomena ini umum terjadi saat musim kemarau karena langit cenderung cerah dan minim awan, sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari.
Selain itu, penguatan Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan relatif dingin dari selatan turut memperkuat penurunan suhu udara di berbagai daerah, khususnya wilayah dataran tinggi.
Meski sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, masyarakat masih perlu bersiap menghadapi hujan.
Hal ini terjadi karena cuaca di Indonesia tidak hanya dipengaruhi pergantian musim, tetapi juga berbagai dinamika atmosfer regional yang masih aktif.
Gelombang atmosfer, sirkulasi angin, hingga kondisi udara yang labil masih mampu memicu pembentukan awan hujan, bahkan menghasilkan hujan dengan intensitas lebat di sejumlah daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa penurunan suhu udara mulai terasa di beberapa wilayah.
Suhu minimum tercatat mencapai 9,4 derajat Celsius di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 7 Juni 2026.
Sementara itu, kawasan Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah, mencatat suhu minimum 16,9 derajat Celsius pada 8 Juni 2026.
Bediding Muncul, Siang Hari Tetap Terasa Panas
Fenomena bediding membuat udara malam hingga dini hari terasa lebih dingin dari biasanya.
Namun kondisi tersebut tidak berarti suhu sepanjang hari akan rendah.
Justru karena langit lebih cerah dan tutupan awan berkurang, radiasi matahari pada siang hari dapat mencapai permukaan bumi secara lebih optimal.
Akibatnya, beberapa wilayah masih mengalami suhu maksimum yang cukup tinggi.
Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara lebih dari 35 derajat Celsius tercatat di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
Perbedaan suhu yang cukup kontras antara siang dan malam ini menjadi salah satu ciri khas musim kemarau di Indonesia, terutama ketika pengaruh Monsun Australia semakin menguat.
Hujan Lebat Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah
https://www.tribunnews.com/nasional/7841340/prakiraan-cuaca-1218-juni-2026-bmkg-fenomena-bediding-muncul-hujan-lebat-guyur-sejumlah-wilayah.
Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Garudea Prabawati
Editor Video:Magang/Chrysilla Cindy Aurellia
Uploader:Erwin Joko Prasetyo
#BMKG #PrakiraanCuaca #CuacaIndonesia #Bediding #MusimKemarau #HujanLebat #InfoCuaca #CuacaHariIni #CuacaEkstrem #MonsunAustralia #SuhuDingin #SuhuUdara #Wonosobo #NTT #Manggarai #JawaTengah #Jakarta #Banten #Aceh #SumateraUtara #Riau #Kalimantan #PerubahanCuaca #IklimIndonesia #CuacaBMKG #BeritaTerkini #TribunVideo #NewsUpdate #BreakingNews #indonesianews
#Viral #Trending #FYP #InfoTerkini #KabarIndonesia #BeritaHariIni #FenomenaAlam #MusimDingin #CuacaPanas #HujanDeras #Banjir #WaspadaCuaca #ClimateChange #PerubahanIklim #CuacaEkstremIndonesia #UpdateCuaca #FaktaCuaca #GejalaAlam #HotNews #TopNews #HeadlineNews #IndonesiaMaju #KabarTerbaru #WeatherUpdate #WeatherNews #CuacaJawa #CuacaSumatera #CuacaKalimantan #FenomenaBediding #BMKGUpdate