Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR, SMAN 1 Pontianak Pilih Dukung Sambas Tetap Maju hingga Nasional

May 15, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published1 month ago
Duration9:14
Video IDMmkZLyCBw90
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views33
Likes0
Comments0
Engagement Rate0.00%
Likes per 100 views0.00
Comments per 1K views0.00

Description

SMAN 1 Pontianak memberikan tanggapan resmi terkait polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat (Kalbar) pada Sabtu (9/5/2026) lalu. Mereka menegaskan tidak akan mengikuti acara tanding ulang LCC yang telah diumumkan MPR RI sebelumnya. Sebaliknya, pihak sekolah memilih menghormati hasil akhir lomba dan mendukung SMAN 1 Sambas untuk maju mewakili Kalbar ke tingkat nasional. Sikap ini disampaikan melalui pernyataan resmi yang ditandatangani Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, pada Kamis (14/5), dan diunggah lewat akun Instagram resmi sekolah @smansaptk.informasi. Dalam pernyataan tersebut, SMAN 1 Pontianak menegaskan langkah yang diambil bukan untuk menyerang pihak mana pun, melainkan sebagai bentuk klarifikasi atas dinamika lomba. Sejak awal, SMAN 1 Pontianak hanya meminta kejelasan atas sejumlah poin yang dipersoalkan, bukan menganulir hasil lomba. Sekolah menyatakan tidak akan terlibat dalam rencana pelaksanaan ulang final LCC Empat Pilar. Mereka menegaskan penghormatan terhadap hasil yang telah ditetapkan, sekaligus memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas untuk maju ke tingkat nasional. Adapun kontroversi ini berawal dari babak final LCC Empat Pilar Kalbar yang digelar Sabtu, 9 Mei 2026 di Hotel Novotel Pontianak. Jawaban tim SMAN 1 Pontianak terkait mekanisme pemilihan anggota BPK dinyatakan salah dan dikurangi poin. Namun, ketika SMAN 1 Sambas memberikan jawaban serupa, juri justru menyatakan benar dan memberi tambahan poin. Perbedaan penilaian itu memicu protes peserta SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, yang merasa jawaban timnya sama persis. Juri beralasan artikulasi jawaban tidak jelas, sehingga menimbulkan polemik luas di media sosial. MPR RI kemudian memutuskan untuk mengevaluasi dan mengulang final dengan juri independen. Namun, SMAN 1 Pontianak memilih tidak ikut serta dan menegaskan komitmen terhadap pendidikan yang berintegritas, sembari berharap suasana kompetisi tetap kondusif dan menjunjung tinggi persatuan.

Related Videos

More videos from Tribun Kalteng Video