🔴Iran Kembali Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain-Kuwait seusai Insiden Kapal Al Rekayyat

Jul 9, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now
Tribun Jambi
Tribun Jambi

998K subscribers

View Channel

Video Overview

Video Details

Published1 week ago
Duration11:54:57
Video IDMwTJcIrzvQQ
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views15.8K
Likes122
Comments0
Engagement Rate0.77%
Likes per 100 views0.77
Comments per 1K views0.00

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Buntut serangan Amerika Serikat seusai insiden kapal komersial asal Qatar di Teluk Oman, ketegangan di kawasan kembali meningkat, Rabu (8/7/2026). Iran mengklaim menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Serangan itu disebut sebagai balasan atas operasi militer terbaru Washington. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan rudal dan drone dikerahkan dalam operasi gabungan. Sasarannya meliputi markas Armada kelima AS di Bahrain. Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait juga disebut menjadi target. Iran turut mengklaim berhasil menjatuhkan drone MQ-9 milik Amerika Serikat. Sirene serangan udara sempat berbunyi di Bahrain dan Kuwait. Militer Kuwait mengaku menghadapi serangan rudal dan drone yang disebut berasal dari musuh. Sebelumnya, Amerika melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Washington menyebut operasi itu sebagai respons atas insiden kapal komersial di Teluk Oman dekat Selat Hormuz. AS juga kembali memberlakukan pembatasan terhadap ekspor minyak Iran. Komando Pusat AS menyebut puluhan kapal cepat IRGC ikut menjadi sasaran. Operasi itu diklaim untuk menjaga keamanan pelayaran internasional. Washington menilai serangan terhadap kapal dagang melanggar gencatan senjata. Iran menolak tuduhan tersebut dan mengecam aksi militer Amerika. Teheran menyebut serangan itu sebagai tindakan agresi yang terang-terangan. Iran juga memperingatkan akan memberikan balasan yang lebih keras. Pemerintah Iran menegaskan AS tidak berhak mencampuri pengelolaan Selat Hormuz. Ketua Parlemen Iran menuding Washington melanggar kesepakatan yang telah dibuat. Ia menyoroti serangan militer dan pencabutan keringanan sanksi minyak. Media Iran melaporkan ledakan terdengar di Pulau Kharg dan Pulau Qeshm. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Sirik serta Bandar Abbas. Menurut pejabat AS, sasaran mencakup pertahanan udara dan peluncur rudal Iran. Lokasi peluncuran drone dan sistem pengawasan pantai juga diserang. Belum ada laporan korban sipil meninggal dunia akibat serangan tersebut. Namun sejumlah warga dilaporkan mengalami luka akibat serpihan proyektil. Situasi ini kembali mengancam gencatan senjata yang baru berlaku beberapa pekan. Keputusan AS mencabut izin penjualan minyak Iran turut memperkeruh keadaan. Harga minyak dunia dilaporkan melonjak setelah perkembangan terbaru itu. Selain itu, Qatar menuduh Iran berada di balik serangan terhadap kapal dagangnya. Kapal LNG Al Rekayyat dilaporkan mengalami kebakaran setelah terkena serangan drone. Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Iran membantah bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun Teheran mengingatkan kapal dagang tetap berisiko di jalur yang tak dikoordinasikan. Sementara itu, negosiasi damai kedua negara masih belum menunjukkan kemajuan. Washington tetap mendesak Iran segera mencapai kesepakatan baru. Sebaliknya, Teheran menegaskan dialog tak akan berjalan selama ancaman militer terus berlanjut. Program: Kabar Internasional Operator: Endi Sumber: Tribunnews Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJambi.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube: / https://www.youtube.com/@tribunjambi_official Facebook: https://www.facebook.com/tribunjambifanspage ​Instagram: / https://www.instagram.com/tribunjambi Twitter/X: / https://x.com/tribunjambiku

Related Videos

More videos from Tribun Jambi