🔴Iran Sebut Tentara AS Kabur dari Pangkalan Militer, Trump Klaim Teheran Mengemis Akhiri Perang
Mar 27, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published2 months ago
Duration1:33:22
Video IDNSd4nlIod20
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views616
Likes6
Comments1
Engagement Rate1.14%
Likes per 100 views0.97
Comments per 1K views1.62
Video Tags
#iran klaim tentara as kabur#iran klaim tentara as kabur dari pangkalan#disebut ‘harimau kertas’ di tengah tekanan#araghchi: tentara as kabur pilih sembunyi di hotel#“tentara as kabur pilih sembunyi di hotel”#trump sebut iran memohon kesepakatan#trump#teheran ajukan syarat baru soal perang dan hormuz#trump sebut iran mengemis demi akhiri perang#trump: iran mengemis untuk akhiri perang#perang dan hormuz
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pejabat Iran mengeklaim pasukan Amerika Serikat mundur dari sejumlah pangkalan militer di kawasan Teluk.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan (27/3) bahwa sejak awal konflik, tentara AS meninggalkan instalasi militer.
Bahkan mencari perlindungan di area sipil seperti hotel serta gedung perkantoran.
Ia juga menuding langkah tersebut membuat warga sipil di kawasan Teluk berpotensi dijadikan tameng dalam situasi konflik yang memanas.
Araghchi mendesak otoritas di negara-negara Teluk untuk tidak memberikan akses penginapan.
Kepada personel militer yang dinilai dapat membahayakan keselamatan publik.
Selain itu, ia mengkritik kebijakan Amerika Serikat yang dinilai menerapkan standar ganda.
Menurutnya, AS mendukung blokade Israel di Gaza dengan alasan keamanan.
Namun di saat yang sama mengkritik Iran ketika mempertahankan diri di Selat Hormuz.
Araghchi juga menyinggung praktik propaganda politik dalam sejarah.
Dengan merujuk pada upaya mobilisasi opini publik pada masa perang dunia sebagai perbandingan terhadap situasi saat ini.
Pernyataan tersebut muncul setelah adanya laporan bahwa Presiden AS Donald Trump menerima paparan visual terkait operasi militer yang telah dikurasi.
Sementara itu, pihak militer Iran turut memperkuat klaim tersebut.
Juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, menyatakan bahwa untuk pertama kalinya pasukan AS disebut terpaksa meninggalkan pangkalan dan beralih ke lokasi sipil.
Ia menambahkan bahwa pasukan AS kini berada dalam tekanan berkelanjutan akibat operasi perlawanan di kawasan tersebut.
Dalam penilaiannya, Shekarchi menyebut kekuatan militer Amerika tidak sekuat yang selama ini digambarkan.
Bahkan mengibaratkannya sebagai “harimau kertas” di tengah situasi konflik regional.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran berada dalam posisi tertekan.
Bahkan disebut mengemis kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang dimulai sejak(28/2/2026).
Di sisi lain, Teheran justru mengajukan sejumlah syarat baru dalam merespons proposal Washington terkait penghentian perang.
Menurut laporan yang dikutip dari sumber Iran, pemerintah Teheran telah mengirimkan tanggapan resmi terhadap rencana 15 poin yang diajukan AS pada Rabu malam (25/3/2026).
Saat ini, Iran masih menunggu respons lanjutan dari pihak Amerika.
Dalam tanggapan tersebut, Iran menegaskan hak kedaulatannya atas Selat Hormuz serta menyampaikan sejumlah tuntutan utama.
Tuntutan itu mencakup penghentian aksi militer yang disebut menargetkan pimpinan Iran, pemberian kompensasi dan reparasi perang.
Kemudian jaminan agar konflik tidak terulang, serta penghentian permusuhan oleh seluruh pihak yang terlibat di kawasan.
Sumber Iran juga menilai proposal Amerika Serikat tidak mencerminkan niat damai yang sesungguhnya.
Mereka menduga langkah tersebut hanya upaya untuk membangun citra seolah ingin mengakhiri perang.
Sekaligus menjaga stabilitas harga minyak dan membuka peluang eskalasi lanjutan.
Sinyal keterlibatan diplomatik tetap muncul, setelah utusan khusus AS, Steve Witkoff, menyebut ada indikasi Iran mulai mempertimbangkan jalur negosiasi sebagai satu-satunya opsi.
Trump juga mengklaim bahwa angkatan laut dan angkatan udara Iran telah dilumpuhkan.
Serta menyebut Iran lemah dalam pertempuran namun kuat dalam negosiasi.
(Tribun-Video.com/Thalia Iza)
Program: Hot Topic
Editor Video: Difa Isnaeni Azizah
#viory