MAHASISWA HERAN TNI LEBIH BANYAK DARI POLISI SAAT JAGA DEMO
Jun 14, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published1 month ago
Duration0:06
Video IDNkczKHT3Bac
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short
Performance Metrics
Views73.2K
Likes177
Comments55
Engagement Rate0.32%
Likes per 100 views0.24
Comments per 1K views0.75
Video Tags
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUNJATIM.COM - Kehadiran prajurit TNI dalam aksi demo di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat menjadi sorotan.
Mahasiswa mengaku kaget karena mendapati banyak tentara ikut berjaga di lokasi demo, Jumat (12/6/2026) sore.
Salah satu peserta aksi, Gifar (20) mengaku baru kali ini melihat ada banyak prajurit TNI Angkatan Darat (AD) ikut mengawal demo.
Menurutnya, fungsi TNI adalah untuk pertahanan, bukan keamanan.
Apalagi berdasarkan pengamatan Gifar, jumlah prajurit TNI yang berjaga lebih banyak daripada personel polisi.
"Kalau kita lihat bahkan dari RUU TNI sendiri setahu saya tidak ada tupoksi mereka itu jagain demo. Mereka itu fungsinya pertahanan, bukan keamanan," ucap Gifar, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (13/6/2026).
"Kaget juga saya, biasanya kalaupun ada paling berapa sih, ini malah mereka yang dominan," sambungnya.
Hal senada juga disampaikan Dugi (21) yang mengaku khawatir dengan kehadiran prajurit TNI di lokasi demo.
Pengerahan itu dianggap sebagai bentuk intimidasi masyarakat yang hendak menyampaikan pendapat.
"Kita mau ditakut-takutin bahwasannya hari ini tidak hanya polisi tetapi juga tentara turun langsung," ujar Dugi.
Sementara itu, Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas mengatakan bahwa kehadiran prajurit di lokasi demo merupakan permintaan dari polisi.
Mereka tidak menangani massa secara langsung, melainkan memberi dukungan jika polisi tidak bisa mengendalikan massa.
Nas menegaskan bahwa penanganan demo tetaplah tanggung jawab polisi.
"Penanganan demo adalah tanggung jawab Kepolisian. Artinya tetap polisi di depan," ujar Nas.
Adapun demo pada Jumat (12/6/2026) tak hanya diikuti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI).
Mahasiswa dari kampus lain serta masyarakat umum juga turut hadir.
Ada lima tuntutan yang disuarakan kepada pemerintah, seperti penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penurunan harga BBM.
Meski demo sempat memanas, massa akhirnya membubarkan diri pada malam harinya.
VP: Bimayur
Website https://jatim.tribunnews.com/
Twitter https://twitter.com/tribunjatim
Facebook https://www.facebook.com/tribunnewsjatim
Instagram https://www.instagram.com/tribun_jatim/
#tribunjatim #matalokalmenjangkauindonesia