Mahfud MD Bongkar Janggalnya Kasus Teror Aktivis KontraS, Desak Prabowo Usut Tuntas Bentuk TGPF
Apr 1, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published2 months ago
Duration1:44
Video IDOKPvdOEXXcI
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views2.3K
Likes6
Comments4
Engagement Rate0.44%
Likes per 100 views0.27
Comments per 1K views1.77
Video Tags
#mahfud md#mahfud md kontras#kasus teror aktivis#aktivis kontras diserang#kontras indonesia#teror aktivis indonesia#kasus hukum indonesia terbaru#desak tgpf#prabowo subianto#isu ham indonesia#investigasi kasus teror#hukum dan politik indonesia#berita nasional terbaru#breaking news indonesia#update politik hari ini#kontroversi hukum#kasus janggal indonesia#video berita viral#analisis politik indonesia
Description
Baca Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/news/923911/mahfud-md-bongkar-janggalnya-kasus-teror-aktivis-kontras-desak-prabowo-usut-tuntas-bentuk-tgpf
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM- Eks Menko Polhukam, Mahfud MD membongkar kejanggalan dalam kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Mahfud menyatakan, insiden itu bukan sekadar kriminalitas biasa.
Ia menyebut, peristiwa itu ialah operasi intelijen hitam terstruktur untuk melemahkan demokrasi.
Pernyataan itu disampaikan dalam tayangan YouTube Mahfud MD pada Selasa (31/3).
Mahfud MD menyoroti kasus yang kini memasuki hari ke-18 tanpa kejelasan siapa aktor intelektual di balik insiden tersebut.
Menurutnya, hal ini menjadi ujian penting bagi demokrasi di era pemerintahan Prabowo.
Atas hal itu, Mahfud mendesak Presiden Prabowo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).
Menurutnya, langkah ini penting untuk menjamin transparansi.
Mengingat adanya dugaan tarik-menarik kepentingan.
Lanjut, Mahfud menyoroti Undang-Undang Peradilan Militer yang tak direvisi selama 26 tahun.
Kondisi itu membuat oknum TNI yang melakukan kriminalitas sulit diseret ke peradilan sipil meski korbannya rakyat.
Terkini, Mahfud mengapresiasi gerak cepat Polri yang berhasil mengidentifikasi pelaku dalam waktu singkat.
Namun, Mahfud juga menyisipkan peringatan keras.
Menurutnya, Polri hanya bisa mengungkap tuntas kasus ini jika tak ada intervensi dari pihak lain atau kepentingan politik.
"Saya meyakini Polri itu jagonya kalau soal teknis reserse. Masalahnya, sering kali ada hambatan berupa politisasi atau keterlibatan institusi lain yang membuat kasus tersendat," ujar Mahfud.
Pihaknya menyinggung ketidaksinkronan yang sering terjadi antara Polri, TNI, dan Kejaksaan.
Menurutnya, hal itu menjadi hambatan klasik dalam penegakan hukum di Indonesia.
"Hubungan Polri dengan TNI memang terasa tidak bisa ditutupi, ada tarik-menarik. Sejago-jagonya reserse Polri, hambatan terbesarnya adalah politisasi," ujar Mahfud. (Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews Update
Host: Adila Ulfa Muna Risna
Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Uploader: Panji Anggoro Putro