Makcik Orked Jatuh Hati pada Anambas, Siap Bawa Lebih Banyak Wisatawan Malaysia
Jul 11, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published1 week ago
Duration1:43
Video IDORP_Bp7tjdY
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views1.2K
Likes21
Comments1
Engagement Rate1.79%
Likes per 100 views1.71
Comments per 1K views0.81
Description
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Wisatawan mancanegara asal Malaysia mulai melirik Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai destinasi wisata baru yang dinilai memiliki daya tarik alam, budaya, dan kuliner yang kuat.
Kunjungan perdana sejumlah wisatawan Malaysia pada Juli 2026 bahkan membuka peluang lahirnya kunjungan rutin ke daerah perbatasan tersebut.
Hal itu terlihat saat Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengundang 17 wisatawan Malaysia untuk sarapan bersama di kediamannya di Tarempa, Sabtu (11/7/2026).
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para tamu yang datang dari Negeri Jiran itu disuguhi berbagai kuliner khas daerah sembari berbincang langsung dengan orang nomor satu di Anambas tersebut.
Ketua rombongan wisatawan Malaysia, Makcik Orked, mengatakan selama ini dirinya rutin membawa rombongan wisata ke sejumlah daerah di Kepulauan Riau, terutama Kabupaten Lingga yang telah lebih dulu dikenal di kalangan wisatawan Malaysia.
Namun setelah mengetahui berbagai potensi wisata yang dimiliki Anambas, ia mengaku langsung tertarik untuk memperkenalkan daerah tersebut kepada rekan-rekan dan komunitas wisata di negaranya.
Menurutnya, Anambas memiliki banyak keunggulan yang sulit ditemukan di daerah lain, terutama keindahan alam yang masih alami dan belum terlalu ramai dikunjungi wisatawan.
"Air laut yang jernih, udara yang masih segar serta kuliner yang enak dan fresh, sangat luar biasa Anambas. Ini baru pertama kali kami ke sini," ujar Makcik Orked.
Ia menilai kondisi alam Anambas masih sangat terjaga. Laut berwarna biru kehijauan, pantai yang bersih, serta suasana tenang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan.
Meski demikian, Makcik Orked menyayangkan akses transportasi menuju Anambas yang masih cukup sulit bagi wisatawan mancanegara.
Saat ini, kata dia, rombongannya harus menempuh perjalanan cukup panjang dengan berlayar dari Johor Bahru menuju Batam, kemudian melanjutkan perjalanan laut menuju Anambas.
"Saya dapat kabar ada mau buka kapal dari Tioman ke Anambas. Kami sangat mendukung dan menyambut baik," kata Makcik Orked.
Menurutnya, apabila jalur pelayaran langsung dari Pulau Tioman, Malaysia, ke Anambas benar-benar dibuka, maka jumlah wisatawan Malaysia yang berkunjung diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Dalam pertemuan itu, Makcik Orked juga mengaku terkesan setelah mendengar cerita masa kecil Bupati Aneng.
Ia menilai kehidupan masyarakat Anambas memiliki banyak kemiripan dengan kehidupan masyarakat pesisir di Malaysia.
Aneng menceritakan bagaimana dirinya pernah merasakan kehidupan sederhana sejak kecil, mulai dari membantu keluarga menoreh getah, bekerja sebagai penjahit, hingga mengolah sagu untuk kebutuhan sehari-hari.
"Tadi dijelaskan Pak Aneng masa kecil dulu, rupanya sama-sama pernah merasakan. Artinya ada kemiripan kehidupan kami," ucap Makcik Orked.
Selama berada di Anambas, rombongan wisatawan Malaysia juga diajak melihat langsung proses pembuatan produk unggulan UMKM lokal seperti kerupuk atom dan lempuk durian.
Mereka menyaksikan bagaimana masyarakat mengolah bahan baku lokal menjadi makanan khas yang memiliki nilai ekonomi.
Makcik Orked tampak antusias ketika melihat proses pembuatan lempuk durian yang dilakukan secara tradisional.
Aroma durian yang khas dan cita rasa produk tersebut menjadi pengalaman baru bagi sebagian anggota rombongan.
"Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dari Pak Aneng. Baru kali ini kami pergi berwisata sampai disambut bupati bahkan diajak ke rumah," ujar Makcik Orked.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengatakan kehadiran wisatawan Malaysia menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor pariwisata daerah.
Menurutnya, promosi dari mulut ke mulut yang dilakukan wisatawan sering kali lebih efektif dibandingkan promosi biasa.
"Kami ingin wisatawan yang datang ke Anambas pulang membawa cerita baik. Kalau mereka puas, mereka akan mengajak keluarga, sahabat, dan komunitasnya untuk datang ke Anambas. Inilah yang sedang kami bangun," kata Aneng.
Ia menegaskan pemerintah daerah terus berupaya memperkenalkan Anambas ke pasar wisata internasional, khususnya negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang memiliki kedekatan geografis dengan wilayah tersebut.
Menurut Aneng, kedatangan rombongan dari Malaysia dapat menjadi pembuka kran arus wisatawan mancanegara ke Anambas.
Jika kunjungan ini berlanjut secara rutin, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh pelaku UMKM, pengusaha penginapan, nelayan wisata, hingga masyarakat setempat.
Aneng menambahkan dirinya selalu terbuka bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Anambas. Bahkan, ia telah meminta jajaran Dinas Pariwisata untuk memberikan pendampingan dan membantu wisatawan memperoleh informasi selama berada di daerah tersebut.
(TRIBUNBATAM.id/ihsanimaduddin)