Fantastis! Anggaran Latsarmil Calon Pengelola Kopdes Rp45 Juta per Orang
Jul 4, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published2 days ago
Duration10:21
Video IDPbGXMPh8Ipo
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views16
Likes0
Comments0
Engagement Rate0.00%
Likes per 100 views0.00
Comments per 1K views0.00
Video Tags
Description
KOMPAS.TV Pelatihan calon pengelola Koperasi Desa yang seharusnya melahirkan kedisiplinan dan mengasah mental kepemimpinan untuk peran penggerak pembangunan ekonomi daerah justru berujung duka.
5 calon manajer Koperasi Desa Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti pelatihan yang menyertakan latihan dasar militer.
Jatuhnya korban jiwa memicu desakan publik agar kebijakan tersebut dievaluasi. Banyak pihak menilai tidak ada korelasi antara pelatihan militer dengan kompetensi manajerial koperasi yang nantinya dijalankan para peserta.
Selama pelatihan, peserta mengikuti berbagai aktivitas seperti baris-berbaris, latihan menembak, mengangkat senjata, penyamaran, jalan jongkok, hingga latihan ala militer lainnya.
Kegiatan bahkan dimulai sejak pukul 03.00 dini hari. Namun, setelah dilakukan evaluasi, pemerintah memastikan latihan menembak dan materi teknis militer tidak akan dilanjutkan.
Dalam 2 minggu pelaksanaan latihan dasar kemiliteran, lima peserta meninggal dunia di lokasi pelatihan yang berbeda dengan penyebab yang berbeda pula.
Kementerian Pertahanan menyebut faktor kelelahan dan perubahan pola hidup selama pelatihan menjadi penyebab utama kematian para peserta.
DPR menilai latihan dasar militer bagi calon manajer koperasi tidak relevan, boros anggaran, dan seharusnya diganti dengan pembekalan manajerial.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyebut anggaran pelatihan mencapai Rp45 juta per peserta untuk 45 hari, dengan Rp30 juta dialokasikan untuk latihan dasar militer dan Rp15 juta untuk pelatihan manajemen.
Kementerian Pertahanan memastikan ke depan tidak ada lagi latihan fisik dalam pelatihan calon pengelola koperasi.
Program akan difokuskan pada pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan aspek manajerial.
Peneliti Pusat Studi Konstitusi (PosHDem) Universitas Andalas, Feri Amsari, menyebut pemerintah harus melakukan evaluasi menyeluruh agar materi pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih lebih relevan.
#kopdes
Sahabat Kompas TV Jawa Tengah! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jawa Tengah, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.
Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.