RUMAH WARGA JADI LANGGANAN BANJIR SAAT INTENSITAS HUJAN TINGGI
Jun 11, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published1 month ago
Duration0:59
Video IDQTYUbh91F08
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short
Performance Metrics
Views800
Likes14
Comments0
Engagement Rate1.75%
Likes per 100 views1.75
Comments per 1K views0.00
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Sejumlah rumah warga di Dusun Kappung Tangga, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, nampak terendam banjir, Kamis (11/6/2026)
Pantauan Tribun Sulbar.com, nampak ketinggian air mencapai betis orang dewasa.
Banjir disebabkan luapan sungai di belakang rumah warga setelah hujan deras terjadi pada Rabu (10/6/2026) malam.
Rumah warga yang berada di pinggir Jl Trans Sulawesi ini nampak masih terendam banjir.
Air tak kunjung surut lantaran saluran pembuangan air atau selokan nampak tersumbat sampah.
Bahkan akses jalan ke MAN 2 Matakali harus ditutup dengan palang bambu karena tergenang banjir.
Seorang warga, Ewin menyampaikan intensitas hujan cukup tinggi terjadi pada kemarin sore hingga malam.
“Banjirnya terjadi tadi malam, pagi ini belum juga surut masir merendam sebagian rumah warga,” kata Ewin kepada wartawan.
Dia menyebut sejumlah rumah terendam banjir ini sudah menjadi langganan tiap hujan intensitas tinggi.
Lantaran kawasan di Kampung Tangga ini termasuk rendah sehingga jadi langganan banjir.
Ewin berharap pemerintah kecamatan dapat segera membenahi saluran air yang sering tersumbat sampah.
"Lantaran saluran atau got buntu, air tidak mengalir jadi lama baru surut, gatal-gatal kaki ini," ungkapnya.
Dia menambahkan saluran air jadi buntu sejak adanya pelebaran dan pembangunan jalan dan maraknya tumpukan sampah.
Hal itu menutup sebagian saluran air, serta membuat jalan semakin tinggi dari permukaan sebelumnya.
Membuat sejumlah rumah warga semakin rendah dari bahu jalan, akhirnya menjadi langganan banjir.
Ewin mengungkapkan, sejumlah tanaman hias atau bunga mati terendam banjir, belum lagi, anak-anak diserang penyakit gatal pada bagian kulit kaki.(*)
Editor Video: Indra Mahendra
Sumber: tribunsulbar.com
Naskah & Video: Fahrun