Eks Menteri Kabinet Israel Akui Militer IDF Gagal Menang Perang di 3 Front: Gaza, Lebanon, & Iran
Jun 13, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published1 month ago
Duration3:06
Video IDRhG8piRj1l0
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views3.5K
Likes58
Comments18
Engagement Rate2.19%
Likes per 100 views1.67
Comments per 1K views5.18
Video Tags
#eks menteri kabinet israel akui gagal menang#militer israel gagal di tiga front pertempuran#kekalahan pasukan idf di gaza lebanon dan iran#update perang timur tengah dan konflik israel terbaru 2026#pengakuan mengejutkan mantan pejabat kabinet netanyahu#kondisi kerugian besar militer israel hari ini#strategi pertahanan israel jebol di tiga wilayah#eskalasi konflik regional teheran beirut dan gaza
Description
Baca Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/view/943323/eks-menteri-kabinet-israel-akui-militer-idf-gagal-menang-perang-di-3-front-gaza-lebanon-iran
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang mantan menteri kabinet Israel mengakui bahwa pasukan militer Israel gagal menang di tiga front.
Termasuk, Gaza, Lebanon, dan Iran.
Mengutip Palestine Chronicle pada (13/6), hal ini diutrakan oleh Haim Ramon dalam wawancaranya dengan Radio Galey Israel pada Jumat (12/6/2026).
Lebih tepatnya, Ramon melontarkan kritik kesepahaman baru antara AS dan Iran.
Sekaligus, memperingatkan bahwa konsekuensinya dapat meluas jauh melampaui masa depan politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dia juga mengatakan bahwa kesepakatan yang diupayakan oleh Washington merupakan perkembangan negatif bagi Israel.
Ramon menilai Netanyahu sengaja menunda pemilihan umum demi menunggu perkembangan politik yang menguntungkan.
Termasuk hasil kesepakatan AS-Iran yang sedang terbentuk.
Ia juga menyuarakan penolakan spekulasi mengenai perubahan rezim di Iran.
Sembari menekankan bahwa hasil negosiasi regional tersebut akan sangat memengaruhi masa depan politik Netanyahu di tengah meningkatnya kritik publik Israel.
Lantas, Ramon menekankan bahwa pada hasil akhirnya mereka tidak menang, baik di Lebanon, di Iran, maupun dalam melawan Hamas.
“Pada hasil akhirnya, kami tidak menang,” kata Ramon. Kita tidak menang di Lebanon, kita tidak menang di Iran, dan kita tidak menang melawan Hamas” tegas Ramon.
Kritikan datang tak hanya dari Ramon, namun kritikan itu semakin diperkuat oleh mantan kepala militer Israel, Gadi Eisenkot.
Dia mengkritik keras Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Menuduhnya memimpin Israel ke arah yang salah dan merusak independensi negara.
“Saat ini, tidak ada seorang pun yang menantang Netanyahu, dan karena itu, dia membawa Israel ke arah yang salah,” kata Eisenkot.
Eisenkot menilai Netanyahu telah membuat Israel terlalu bergantung pada Washington.
Sehingga keputusan strategis terkait Gaza, Lebanon, dan Iran kini sangat dikendalikan oleh Presiden Amerika Serikat.
“Perdana menteri telah memanipulasi kita ke posisi di mana orang yang memutuskan segalanya adalah presiden Amerika Serikat,” kata Eisenkot.
Eisenkot menegaskan bahwa Netanyahu harus bertanggung jawab atas kegagalan yang memicu peristiwa 7 Oktober 2023.
Juga menuduh Netanyahu membiarkan tekanan koalisi dan kepentingan politik pribadinya memengaruhi pengambilan keputusan strategis.
Di mana, yang pada akhirnya membuat Eisenkot memilih mundur dari kabinet perang pada Juni 2024 demi menjaga prinsipnya.
Sebatas informasi, debat politik mengenai biaya perang regional Israel semakin memanas.
Juga, seiring rilisnya data terbaru dari Kementerian Kesehatan Israel yang mencatat 9.152 korban luka dirawat di rumah sakit sejak awal perang.
Di mana, dengan 1.253 di antaranya berasal dari front utara setelah gencatan senjata dengan Iran.
Angka ini terus bertambah menyusul laporan terlukanya tiga tentara Israel dalam insiden terpisah di Lebanon selatan, di mana dua di antaranya akibat terkena alat peledak.
Di sisi lain, militer Israel mengakui 30 perwira dan tentaranya tewas serta 1.302 lainnya terluka sejak pertempuran dengan Hizbullah pecah kembali di front Lebanon pada awal Maret.
Korban tersebut terus berjatuhan di tengah aksi saling serang yang hingga kini masih terus berlanjut. (Tribun-Video.com)
Program: Tribun Video Update
Host: Yessy Arisanti Wienata
Editor Video: Hadiyya Qurrata
Uploader: Panji Anggoro Putro
#viory #EksMenteriIsrael #IsraelGagalTigaFront #MiliterIsraelGagal #PerangGazaLebanonIran #KonflikTimurTengah2026 #PasukanIDFKalah #KabinetNetanyahu #EskalasiMiliterRegional #BeritaInternasional #BreakingNews