Jalan Poros Sidrap-Soppeng Rusak Parah Bertahun-tahun, Ganggu Aktivitas Harian Warga
Jul 11, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published1 week ago
Duration3:04
Video IDSDhPysV-_z8
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views500
Likes10
Comments4
Engagement Rate2.80%
Likes per 100 views2.00
Comments per 1K views8.00
Video Tags
Description
#tribuntimur #tribunviral #hotnews #viral #sidrap #soppeng #jalananrusak #sulsel
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Ruas jalan di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, mengalami kerusakan cukup parah hingga mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Kerusakan membentang sekitar lima hingga enam kilometer, mulai dari lampu merah Lautang Benteng hingga Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae.
Jalur ini merupakan jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Sidrap dengan Kabupaten Soppeng sehingga dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan pengangkut barang.
Dari pantauan Tribun-Timur.com, permukaan jalan dipenuhi lubang dengan berbagai ukuran.
Di sejumlah titik, lapisan aspal sudah terkelupas dan menyisakan batu serta tanah yang membuat kendaraan harus melambat atau berpindah jalur untuk menghindari lubang.
Saat kendaraan melintas, debu tebal beterbangan dan menyelimuti rumah-rumah warga yang berada di sepanjang jalan.
Kondisi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun dan hingga kini belum juga mendapat penanganan menyeluruh.
Ketika musim hujan tiba, kondisi jalan justru semakin membahayakan.
Lubang-lubang yang tertutup genangan air menyulitkan pengendara memperkirakan kedalamannya sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Kondisi ruas jalan itu bahkan sudah menyerupai lintasan off-road.
Warga pun mempertanyakan kapan perbaikan akan dilakukan.
Dul, warga yang tinggal tepat di samping lampu merah Lautang Benteng, mengaku setiap hari harus menghadapi debu akibat kendaraan yang melintas.
Keluhan serupa disampaikan Muhammad Safran.
Menurutnya, selain mengganggu kenyamanan berkendara, kondisi jalan tersebut juga membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan.
Sejumlah warga mengaku sempat mendengar informasi bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan pengukuran terhadap ruas jalan tersebut sebagai bagian dari rencana perbaikan.
Namun, berdasarkan pantauan Tribun-Timur.com hingga Jumat (10/7/2026), belum terlihat aktivitas perbaikan di lokasi.
Alat berat maupun pekerjaan fisik juga belum tampak di sepanjang ruas jalan yang rusak tersebut. (*)
Reporter: Hardiyanti Kamaluddin
Editor Video: Ahmad Faiz Faqih
Host: I Luh Devi Sania
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111
Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur