Balik ke Kandang Balap Haji Isam, Markas Proyek Cetak Sawah Papua Selatan | Dines Lingkungan Eps #18
Jun 17, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published3 weeks ago
DurationN/A
Video IDSqOiYqVFfAc
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views3
Likes15
Comments0
Engagement Rate500.00%
Likes per 100 views500.00
Comments per 1K views0.00
Video Tags
Description
TEMPO.CO - Setelah mengunjungi beberapa lokasi proyek strategis nasional (PSN) swasembada pangan dan energi di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, tim Dines Lingkungan Tempo menempuh perjalanan panjang menuju Wanam, Distrik Ilwayab. Tim menghabiskan dua malam menumpang KM Sabuk Nusantara dan kapal cepat via Selat Mariana sebelum tiba di kampung yang menjadi tempat dimulainya proyek cetak sawah.
Reportase ini merupakan kali kedua dilakoni Tempo di Wanam. Sebelumnya, pada Agustus-September 2024, tim datang ke kampung itu tak berselang lama setelah ratusan unit ekskavator mendarat dan membabat hutan serta rawa di Wanam untuk proyek pembangunan jalan pendukung cetak sawah. Alat berat itu didatangkan dari Cina oleh Jhonlin Group, kelompok bisnis tambang dan perkebunan milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Isam.
Megaproyek pembangunan jalan dan cetak sawah di Wanam ini diinisiasi oleh Prabowo Subianto ketika ia masih menjabat Menteri Pertahanan dan menjadi pemenang pemilihan presiden 2024. Pelaksana proyeknya adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dibantu Isam yang masih kerabatnya.
Pada kedatangan kedua kali ini, November-Desember 2025, Tempo menengok wajah Wanam setelah proyek cetak sawah berlangsung selama satu tahun lebih. Kandang tim balap Jhonlin Racing Team, milik Isam, masih berdiri di pusat area operasional proyek. Empat petak lahan sawah percontohan seluas total 4 hektare, yang diklaim pemerintah sukses dipanen, tampak tidak terurus.
Tempo juga menelusuri hutan alam yang tersisa di Wanam. Rumah berbagai satwa dilindungi, seperti burung cenderawasih, itu terancam rusak dikepung pembukaan lahan. Perwakilan marga-marga suku Malind Anim, pemilik tanah ulayat di Wanam, berkukuh menolak hutan mereka direnggut paksa oleh pemerintah Jakarta.
Episode kali ini merupakan bagian kelima dari serial peliputan proyek food estate jilid II di Papua Selatan.
Hasil peliputan lapangan ini telah dipublikasikan Tempo pada edisi 25 Januari 2026 dengan judul sampul "Gagal Padi Tumbuh Sawit". Selain melanjutkan proyek jalan sepanjang 135 kilometer untuk mendukung proyek cetak sawah di Merauke, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memperluas area PSN dengan rencana pembangunan perkebunan tebu raksasa di Kabupaten Boven Digoel.
Tengok episode sebelumnya wak!
Bagian 1
Menuju Kampung yang Diincar Proyek Cetak Sawit Prabowo di Papua
https://youtu.be/gsyxKahtJ78?si=iCO84pH46_eZEx9t
Bagian 2
Menyusuri Hutan yang Dirusak PSN Swasembada Pangan Papua Selatan
https://youtu.be/Cfc0GMIJW-0?si=syK2OgMvdGlm4DZP
Bagian 3
Mereka yang Akan Dijarah PSN Kebun Sawit Raksasa di Papua Selatan
https://youtu.be/F8WuxNz_SBg?si=24YjE2ELl6JHMkIk
Bagian 4
Bermalam di Hutan Papua yang Dicaplok Proyek Sawit demi Biodiesel Prabowo
https://youtu.be/QRQg9vSc4ZI?si=A9uLulQpEf6pi67a
Baca juga laporan "Gagal Padi Tumbuh Sawit":
https://www.tempo.co/mingguan/edisi/7776
Official Website: https://www.tempo.co
Perkaya perspektif Anda dengan Tempo Plus https://www.tempo.co/plus
Dukung Channel YouTube TEMPO dengan join membership Pendukung TEMPO.
Klik: @tempovideochannel