Hiswana Migas Pastikan Stok BBM di Sulawesi Barat Tetap Normal

Mar 31, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published2 months ago
Duration1:07
Video IDTA7bACVdMHY
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short

Performance Metrics

Views791
Likes4
Comments0
Engagement Rate0.51%
Likes per 100 views0.51
Comments per 1K views0.00

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Sulawesi Barat menjamin pasokan Bahan Bakar Minyak untuk wilayah Sulbar tetap dalam kondisi normal. Ketua Hiswana Migas Sulbar, Rukmana Salim, menegaskan hingga saat ini tidak ada pengurangan kuota kiriman dari pihak Pertamina ke SPBU-SPBU yang tersebar di enam kabupaten di Sulbar. Rukmana menjelaskan rata-rata pasokan harian untuk seluruh jenis BBM di Sulbar berada di angka yang cukup besar guna memenuhi kebutuhan masyarakat. "Kalau tidak salah, total keseluruhan itu sekitar 180.000 liter atau sekitar 180 ton per harinya. Bahkan kuota harian kita bisa sampai 200 ton per hari," ujar Rukmana saat dikonfirmasi Selasa (31/3/2026). Angka tersebut mencakup seluruh jenis produk BBM, mulai dari pertalite, solar, pertamax Series, dan produk lainnya. Menanggapi isu kelangkaan yang sering memicu antrean panjang, Rukmana mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Ia memastikan Pertamina terus mendorong ketahanan stok di tingkat penyalur. "Masyarakat tidak perlu panik karena ketersediaan BBM ada terus. Malah kami dari pihak swasta diminta Pertamina untuk selalu siap modal kerja agar pengisian ke SPBU berjalan terus tanpa hambatan," tambahnya. Terkait isu kenaikan harga BBM yang beredar di masyarakat, Rukmana mengaku belum menerima informasi resmi mengenai perubahan harga untuk BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar). Namun, ia tidak menampik adanya potensi penyesuaian harga pada segmen BBM non-subsidi (seperti Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex) mengikuti fluktuasi harga minyak dunia dan harga industri. "Kalau isu kenaikan, saya belum dapat info pastinya. Tapi kemungkinan yang naik itu BBM non-subsidi karena mengikuti harga industri yang fluktuatif. Untuk yang subsidi, Insya Allah tetap dipertahankan oleh pemerintah," jelas Rukmana. Ia menambahkan kenaikan pada sektor BBM industri memang memungkinkan terjadi lebih signifikan mengingat kondisi pasar energi global saat ini, sementara harga BBM subsidi merupakan wewenang penuh pemerintah pusat dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.(*) Editor Video: Indra Mahendra Sumber: tribunsulbar.com Naskah & Video: Suandi

Related Videos

More videos from Tribun Sulbar Official